Pasar saham di China mengalami penurunan setelah para investor kembali dari liburan Tahun Baru Imlek dan merespons ketegangan perdagangan yang meningkat. Indeks CSI 300 turun 0,6% dan Indeks Hang Seng China Enterprises jatuh lebih dari 2%. Penurunan ini terjadi setelah laporan bahwa Layanan Pos AS menghentikan pengiriman paket dari China dan Hong Kong, serta adanya tarif baru yang dikenakan oleh Washington dan Beijing terhadap ekspor masing-masing negara. Meskipun ada harapan untuk kesepakatan yang dapat meredakan ketegangan, investor tetap waspada karena ketidakpastian yang tinggi.Di sisi lain, aktivitas layanan di China menunjukkan perlambatan meskipun ada peningkatan konsumsi selama liburan, seperti penjualan tiket bioskop yang tinggi dan penjualan mobil listrik yang meningkat. Namun, penjualan rumah mengalami penurunan. Sementara itu, nilai tukar yuan juga tertekan akibat ketegangan perdagangan, meskipun bank sentral China berusaha mendukung yuan dengan menetapkan nilai referensi yang lebih kuat. Beberapa perusahaan teknologi di China menunjukkan kinerja yang lebih baik, terutama yang terkait dengan kecerdasan buatan, tetapi tantangan seperti perang harga tetap ada.
Ketegangan perdagangan yang kian tajam tidak hanya menghambat pasar saham China, tetapi juga menimbulkan ketidakpastian jangka panjang untuk investor global. Meskipun ada inovasi teknologi yang menjanjikan seperti dari DeepSeek, tekanan harga dan risiko geopolitik akan membayangi pertumbuhan keuntungan sektor teknologi dalam waktu dekat.