Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Ketegangan Dagang AS-China Buat Pasar Asia Bergejolak dan Investor Waspada

Finansial
Investasi dan Pasar Modal
News Publisher
05 Feb 2025
179 dibaca
1 menit
Ketegangan Dagang AS-China Buat Pasar Asia Bergejolak dan Investor Waspada

AI summary

Pasar saham di Asia mengalami penurunan setelah saham China dibuka lebih rendah, karena investor merasa waspada terhadap ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat dan China. Meskipun ada harapan bahwa kebijakan stimulus dari Beijing dapat meningkatkan pasar, ketidakpastian tetap tinggi setelah AS memberlakukan tarif 10% pada barang impor dari China, yang direspons oleh Beijing dengan tarif tambahan pada sekitar 80 produk. Beberapa analis percaya bahwa jika negosiasi perdagangan antara kedua negara dapat ditunda, itu akan baik untuk pasar, tetapi ada juga kekhawatiran bahwa ketegangan ini dapat meningkat lagi.Sementara itu, aktivitas manufaktur di China menunjukkan hasil yang lebih lemah dari yang diharapkan, dan nilai tukar yuan mengalami tekanan. Di Jepang, saham juga turun seiring dengan penguatan yen, yang dipicu oleh harapan bahwa Bank of Japan akan terus menaikkan suku bunga. Di pasar komoditas, harga minyak sedikit menurun karena kekhawatiran bahwa perang dagang dapat mempengaruhi pertumbuhan global. Secara keseluruhan, pasar saham di berbagai negara menunjukkan volatilitas yang tinggi akibat ketidakpastian ini.

Experts Analysis

Kenny Wen
Jika tarif AS dan tanggapan China ditunda, pasar akan merespons positif, tetapi risiko eskalasi tetap ada.
Marvin Chen
Penundaan negosiasi menyebabkan volatilitas jangka pendek tapi tetap membuka peluang negosiasi.
Goldman Sachs
Stimulus kebijakan Beijing dapat mendorong kenaikan signifikan pada indeks MSCI China hingga 14% di akhir tahun.
Editorial Note
Ketidakpastian yang dibawa oleh ketegangan perdagangan saat ini jelas mengguncang pasar regional dan global, tetapi respons Beijing yang terukur dapat membantu menahan kerugian yang lebih besar. Namun, jika masalah ekonomi fundamental China memburuk, terutama data manufaktur dan nilai tukar, pasar bisa mengalami tekanan lebih dalam lagi.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.