Penundaan Tarif AS Dorong Pasar Asia, Ketidakpastian Perang Dagang Terus Membayangi
Finansial
Investasi dan Pasar Modal
04 Feb 2025
199 dibaca
1 menit
Pasar saham di Asia diperkirakan akan bangkit setelah Presiden Donald Trump menunda tarif AS terhadap Meksiko dan Kanada selama sebulan, serta berencana untuk melanjutkan pembicaraan dengan China. Penundaan ini membuat nilai tukar mata uang, seperti peso Meksiko, mengalami perubahan cepat, dan pasar saham di Sydney, Hong Kong, dan Tokyo menunjukkan tanda-tanda kenaikan. Meskipun ada ketidakpastian mengenai dampak perang dagang, banyak analis percaya bahwa tarif ini lebih merupakan alat negosiasi daripada langkah permanen yang akan merugikan ekonomi AS.
Namun, ada kekhawatiran bahwa jika tarif ini berlanjut, hal itu dapat mempengaruhi proyeksi keuntungan perusahaan dan pertumbuhan ekonomi. Beberapa analis memperkirakan bahwa jika tarif diterapkan, nilai saham di S&P 500 bisa turun sekitar 5%. Meskipun hedge funds menjual saham AS, investor ritel justru berinvestasi besar-besaran, menunjukkan keyakinan bahwa dampak ekonomi dari tarif tidak akan seburuk yang diperkirakan. Beberapa peristiwa penting yang akan datang termasuk laporan pesanan pabrik dan pengumuman pendapatan dari perusahaan besar seperti Amazon.
Analisis Ahli
Victoria Greene
"Situasi ini sangat dinamis dan kemungkinan besar tarif hanya bersifat sementara dengan konsesi dari kedua belah pihak."Yung-Yu Ma
"Sulit untuk memprediksi keberlanjutan tarif, tetapi mereka tampaknya digunakan utamanya sebagai alat negosiasi."David Lefkowitz
"Tarif dapat menimbulkan volatilitas, tapi kemungkinan besar tidak akan merusak prospek pertumbuhan ekonomi atau laba korporasi secara signifikan."David Kostin
"Tarif yang diterapkan dapat menurunkan proyeksi laba S&P 500 sekitar 2-3% dan menekan nilai wajar saham hingga 5%."