Pasar saham di Wall Street mengalami ketidakpastian setelah Presiden Donald Trump mengumumkan penundaan tarif 25% terhadap Meksiko selama sebulan. Meskipun ada penurunan awal hampir 2% pada indeks S&P 500, berita tersebut membantu memulihkan nilai mata uang, terutama peso Meksiko. Namun, banyak analis meragukan apakah tarif ini akan bertahan lama dan khawatir tentang dampaknya terhadap rantai pasokan dan harga barang di Amerika Utara. Mereka memperkirakan bahwa jika tarif ini berlanjut, laba perusahaan bisa turun 2-3%, dan pasar saham mungkin mengalami penurunan 5-10% dalam waktu dekat.Sementara itu, investor ritel tampaknya optimis dan terus berinvestasi di saham AS, meskipun hedge funds menjual saham mereka. Beberapa analis menyarankan agar investor bersikap sabar dan tidak terburu-buru untuk berinvestasi, karena dampak dari tarif ini mungkin akan terlihat dalam beberapa bulan ke depan. Mereka juga memperingatkan bahwa ketidakpastian ini dapat menyebabkan lebih banyak volatilitas di pasar saham dan ekonomi secara keseluruhan.
Ketidakpastian akibat tarif ini sangat membebani pasar karena mengganggu rantai pasokan yang sudah banyak bergantung pada perdagangan lintas Amerika Utara. Meski ada optimisme tarif hanya sementara, ketidakjelasan durasi dan dampaknya membuat investor harus lebih berhati-hati dan mengelola risiko portofolio dengan lebih agresif.