Penundaan Tarif AS pada Meksiko dan Kanada Picu Optimisme Pasar Global
Finansial
Investasi dan Pasar Modal
04 Feb 2025
38 dibaca
1 menit
Pasar saham di Asia diperkirakan akan bangkit setelah Presiden Donald Trump menunda tarif AS terhadap Meksiko dan Kanada selama sebulan, serta berencana untuk melanjutkan pembicaraan dengan China. Penundaan ini membuat nilai tukar mata uang, seperti peso Meksiko, mengalami perubahan cepat, dan memberikan harapan bagi investor. Meskipun ada ketidakpastian mengenai dampak perang dagang, banyak analis percaya bahwa tarif ini lebih merupakan alat negosiasi daripada langkah permanen yang akan merugikan ekonomi AS.
Namun, ada kekhawatiran bahwa jika tarif ini berlanjut, hal itu dapat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi dan keuntungan perusahaan. Beberapa analis memperkirakan bahwa jika tarif diterapkan, pendapatan dari saham di indeks S&P 500 bisa turun sekitar 2% hingga 3%. Meskipun hedge funds menjual saham AS, investor ritel justru berinvestasi besar-besaran, menunjukkan keyakinan bahwa dampak negatif dari tarif tidak akan seburuk yang diperkirakan.
Analisis Ahli
Victoria Greene
Situasi ini sangat dinamis dan kemungkinan kebijakan tarif akan dilunakkan dengan konsesi yang saling menguntungkan.Yung-Yu Ma
Tarif terutama digunakan sebagai alat negosiasi, sulit untuk memprediksi apakah akan menjadi kebijakan jangka panjang.David Lefkowitz
Meskipun adanya tarif, pemerintah cenderung tidak akan mengambil langkah yang merusak pertumbuhan ekonomi dan keuntungan korporasi secara signifikan.David Kostin
Tarif yang bertahan lama dapat menurunkan prediksi laba S&P 500 sebesar 2-3% dan menyebabkan penurunan nilai saham sekitar 5%.Emma Wu
Investor ritel masih optimistis bahwa dampak tarif tidak akan sebesar yang dikhawatirkan pasar institusi.