Dampak Tarif Trump Memicu Volatilitas Pasar Saham dan Mata Uang Global
Bisnis
Ekonomi Makro
04 Feb 2025
118 dibaca
1 menit
Di Wall Street, para pedagang sedang menghadapi ketidakpastian akibat negosiasi tarif yang dilakukan oleh Presiden Donald Trump. Setelah Trump setuju untuk menunda tarif 25% terhadap Meksiko selama sebulan, pasar saham mengalami penurunan, dengan indeks S&P 500 turun sekitar 0,7%. Para analis memperkirakan bahwa tarif ini mungkin tidak akan bertahan lama, tetapi tetap menimbulkan kekhawatiran tentang dampaknya terhadap rantai pasokan dan harga barang di Amerika Utara.
Tarif yang dikenakan pada Meksiko, Kanada, dan China dianggap sebagai langkah perlindungan terbesar oleh presiden AS dalam hampir satu abad. Beberapa analis memperingatkan bahwa jika tarif ini berlanjut, bisa ada penurunan nilai saham S&P 500 hingga 5% dalam beberapa bulan ke depan. Meskipun ada kekhawatiran di kalangan investor, beberapa investor ritel tetap optimis dan berinvestasi besar-besaran di pasar saham, percaya bahwa dampak negatif dari tarif tidak akan seburuk yang diperkirakan.
Analisis Ahli
Neil Dutta
Tarif mewakili kejutan pasokan negatif; pertumbuhan melemah dan inflasi menguat, sehingga obligasi menjadi instrumen investasi yang tepat saat ini.Emily Roland dan Matt Miskin
Penguatan dolar AS dapat menjadi pelindung terhadap risiko tarif karena memperkecil biaya pembelian barang impor dan mencerminkan kondisi pasar yang lebih aman.Matthew Hornbach
Kekhawatiran investor terhadap pertumbuhan global akan meningkat seiring berlanjutnya tarif, kemungkinan mendorong kenaikan dolar AS yang lebih tahan lama dari imbal hasil Treasury.Keith Lerner dan Michael Skordeles
Meskipun tren utama pasar masih naik, perkembangan tarif ini menimbulkan risiko gangguan yang berpotensi merusak momentum pasar.Yung-Yu Ma
Pendekatan hati-hati dianjurkan karena gangguan dari tarif baru akan semakin nyata, dan ini baru babak pertama dari perang dagang yang mungkin lebih serius.Chris Low
Dampak inflasi dari tarif sulit diprediksi, namun ketidakpastian yang ada kemungkinan membuat The Fed menunda kenaikan suku bunga lebih lanjut sambil memantau kondisi ekonomi.