Di Wall Street, para pedagang sedang menghadapi ketidakpastian akibat negosiasi tarif yang dilakukan oleh Presiden Donald Trump. Setelah Trump setuju untuk menunda tarif 25% terhadap Meksiko selama sebulan, pasar saham mengalami penurunan, dengan indeks S&P 500 turun sekitar 0,7%. Para analis memperkirakan bahwa tarif ini mungkin tidak akan bertahan lama, tetapi tetap menimbulkan kekhawatiran tentang dampaknya terhadap rantai pasokan dan harga barang di Amerika Utara.Tarif yang dikenakan pada Meksiko, Kanada, dan China dianggap sebagai langkah perlindungan terbesar oleh presiden AS dalam hampir satu abad. Beberapa analis memperingatkan bahwa jika tarif ini berlanjut, bisa ada penurunan nilai saham S&P 500 hingga 5% dalam beberapa bulan ke depan. Meskipun ada kekhawatiran di kalangan investor, beberapa investor ritel tetap optimis dan berinvestasi besar-besaran di pasar saham, percaya bahwa dampak negatif dari tarif tidak akan seburuk yang diperkirakan.
Tarif yang diberlakukan sebagai alat negosiasi ternyata menimbulkan dampak riil yang merugikan kepercayaan pasar dan memperburuk ketidakseimbangan rantai pasok. Investor harus lebih waspada dan mengantisipasi volatilitas jangka panjang karena ketidakpastian yang belum akan segera mereda.