Dolar AS mengalami lonjakan sementara pasar saham jatuh setelah Presiden Donald Trump mengumumkan tarif baru terhadap Kanada, Meksiko, dan China, yang memicu kekhawatiran akan perang dagang yang dapat mengganggu pertumbuhan ekonomi global. Tarif ini menyebabkan nilai tukar dolar meningkat, sementara mata uang lain seperti dolar Kanada dan euro melemah. Banyak investor khawatir bahwa tarif ini akan memaksa perusahaan untuk menaikkan harga, yang dapat menyebabkan inflasi dan mengurangi pengeluaran konsumen.Dampak dari tarif ini juga dirasakan di pasar saham, dengan proyeksi penurunan hingga 10% pada laba perusahaan di AS. Selain itu, pasar negara berkembang juga mengalami kerugian besar, dan harga minyak diperkirakan akan meningkat akibat gangguan pasokan. Secara keseluruhan, langkah Trump ini dianggap sebagai tindakan proteksionisme terbesar dalam hampir satu abad, yang dapat mempengaruhi berbagai aspek ekonomi, termasuk inflasi dan geopolitik.
Langkah Presiden Trump dalam menerapkan tarif secara agresif tampaknya kurang perhitungan dan berisiko menimbulkan efek domino negatif bagi pasar keuangan dan ekonomi global yang terintegrasi. Kebijakan ini lebih mencerminkan pendekatan populis jangka pendek tanpa strategi mitigasi yang jelas terhadap dampak inflasi dan perlambatan ekonomi yang mungkin muncul.