Big Tech Tanggapi Efisiensi AI Startup DeepSeek dengan Investasi Besar 2025
Teknologi
Kecerdasan Buatan
31 Jan 2025
12 dibaca
1 menit
Microsoft, Meta, dan IBM melaporkan pertumbuhan yang baik dalam bisnis kecerdasan buatan (AI) mereka pada akhir tahun 2024. Microsoft dan Meta berencana untuk menginvestasikan hampir Rp 2.50 quadriliun ($150 miliar) dalam infrastruktur AI pada tahun fiskal 2025. Meskipun ada kekhawatiran di pasar tentang model AI efisien dari perusahaan China, DeepSeek, para eksekutif dari Microsoft dan Meta tetap optimis bahwa perkembangan ini akan menguntungkan bisnis mereka. Meta melaporkan bahwa pengguna aktif bulanan AI mereka mencapai 700 juta, sementara Microsoft mencatat pendapatan AI mencapai Rp 217.10 triliun ($13 miliar) .
Para pemimpin perusahaan ini berkomitmen untuk terus berinvestasi dalam AI meskipun ada keraguan di pasar. Microsoft memperkirakan akan menghabiskan Rp 1.34 quadriliun ($80 miliar) untuk infrastruktur AI, dan Meta juga berencana untuk menginvestasikan sekitar Rp 1.09 quadriliun ($65 miliar) . Mereka percaya bahwa investasi besar ini akan memberikan keuntungan strategis di masa depan. Meskipun DeepSeek menunjukkan efisiensi yang mengesankan, para eksekutif merasa bahwa inovasi tersebut justru akan mendorong permintaan lebih lanjut untuk aplikasi AI dan layanan cloud yang mereka tawarkan.
Analisis Ahli
Satya Nadella
Inovasi dari model DeepSeek berarti biaya komputasi inference turun, sehingga lebih banyak aplikasi akan dikembangkan yang mendukung layanan dan infrastruktur Microsoft.Mark Zuckerberg
Keberhasilan DeepSeek menguatkan keputusan membuka model Llama sebagai open source dan menegaskan pentingnya standar terbuka yang mendorong keunggulan nasional.