Perusahaan teknologi besar seperti Meta, Microsoft, dan Apple menunjukkan komitmen mereka untuk berinvestasi besar-besaran dalam kecerdasan buatan (AI) meskipun ada model AI yang lebih murah dari perusahaan China, DeepSeek. Meta dan Microsoft masing-masing merencanakan pengeluaran lebih dari $60 miliar untuk infrastruktur AI tahun ini. Meskipun ada kekhawatiran bahwa model DeepSeek yang lebih murah dapat mengubah cara perusahaan-perusahaan besar menghabiskan uang, para pemimpin perusahaan tersebut tetap optimis dan berencana untuk melanjutkan investasi mereka. CEO Meta, Mark Zuckerberg, menekankan bahwa investasi agresif dalam AI akan menjadi kunci bagi masa depan keuangan perusahaan.Microsoft juga melaporkan bahwa permintaan untuk AI sangat tinggi, sehingga mereka kesulitan menyediakan cukup pusat data. CEO Microsoft, Satya Nadella, menyatakan bahwa bisnis AI mereka telah mencapai pendapatan tahunan lebih dari $13 miliar, meningkat 175% dibandingkan tahun lalu. Sementara itu, CEO Apple, Tim Cook, mengambil pendekatan yang lebih hati-hati dalam pengeluaran untuk AI, tetapi tetap berkomitmen untuk berinvestasi dengan bijak. Di sisi lain, CEO Tesla, Elon Musk, mengungkapkan kemajuan cepat dalam teknologi AI yang sedang dikembangkan oleh perusahaannya.
Meskipun model AI hemat biaya seperti DeepSeek menarik perhatian, raksasa teknologi memahami bahwa skala dan kualitas infrastruktur tetap menjadi kunci utama untuk memenangkan pasar AI. Investasi besar dalam pusat data dan chip akan terus menjadi landasan utama karena kapasitas dan performa yang dibutuhkan tidak bisa diabaikan begitu saja.