Empat Raksasa Teknologi Tingkatkan Investasi AI Miliaran Dolar, Investor Masih Ragu
Teknologi
Kecerdasan Buatan
09 Feb 2025
212 dibaca
1 menit
Rangkuman 15 Detik
Perusahaan teknologi besar berencana untuk meningkatkan pengeluaran modal mereka secara signifikan untuk infrastruktur AI.
Investor menunjukkan kekhawatiran terhadap pengembalian investasi dari pengeluaran besar untuk AI.
Startup seperti DeepSeek dapat mempengaruhi pasar dan menimbulkan keraguan tentang strategi pengeluaran perusahaan teknologi.
Meta, Microsoft, Amazon, dan Alphabet (induk Google) berencana untuk menghabiskan total Rp 5.43 quadriliun ($325 miliar) untuk investasi dan pengeluaran modal pada tahun 2025, yang meningkat 46% dari tahun sebelumnya. Mereka berfokus pada pengembangan infrastruktur kecerdasan buatan (AI), meskipun investor merasa ragu tentang apakah pengeluaran besar ini akan memberikan keuntungan dalam jangka panjang. Misalnya, perusahaan rintisan asal China, DeepSeek, meluncurkan model AI yang lebih murah dan bersaing dengan OpenAI, yang membuat pasar teknologi menjadi tidak stabil.
Amazon menjadi penghabis terbesar dengan rencana investasi sekitar Rp 1.75 quadriliun ($105 miliar) , diikuti oleh Meta yang akan menghabiskan Rp 1.00 juta ($60) -65 miliar, dan Google yang memperkirakan pengeluaran sebesar Rp 1.25 quadriliun ($75 miliar) . Meskipun ada kekhawatiran dari investor mengenai pengembalian dari investasi AI, analis Wall Street tetap optimis terhadap saham perusahaan teknologi besar ini. Mereka percaya bahwa meskipun ada pertanyaan tentang monetisasi, ada bukti bahwa perusahaan-perusahaan ini semakin mendekati keuntungan dari investasi mereka di AI.
Analisis Ahli
Doug Anmuth
Monetisasi AI lebih jelas pada bisnis inti Meta dibandingkan Google, menunjukkan Meta berpotensi memimpin dalam memanfaatkan AI secara komersial.Raymond James analysts
Walaupun masih ada tanda tanya seputar monetisasi, ada bukti yang semakin kuat bahwa perusahaan akan menutup kesenjangan tersebut dalam waktu dekat.Morgan Stanley analysts
Pengeluaran besar perusahaan teknologi memperkuat prospek positif untuk saham terkait AI dan cloud computing.