Pasar saham Asia mengalami penurunan pada hari Jumat karena kekhawatiran tentang dampak teknologi AI, khususnya dari perusahaan DeepSeek, yang mempengaruhi produsen chip di Korea Selatan seperti SK Hynix dan Samsung Electronics. Meskipun saham teknologi besar seperti Apple menunjukkan hasil yang baik, pasar saham di Asia tetap tertekan setelah libur Tahun Baru Imlek. Sementara itu, pasar di Tiongkok, Hong Kong, dan Taiwan tetap tutup. Meskipun ada penjualan saham teknologi, pasar Asia masih berpotensi untuk mencatat kenaikan bulanan pertama dalam empat bulan terakhir.Di sisi lain, harga emas dan minyak mengalami kenaikan, sementara mata uang seperti peso Meksiko dan dolar Kanada melemah setelah Presiden Trump mengancam untuk menerapkan tarif impor. Investor juga menunggu data inflasi yang akan dirilis, yang diperkirakan menunjukkan bahwa inflasi masih tinggi. Secara keseluruhan, meskipun ada ketidakpastian di pasar, beberapa analis tetap optimis bahwa akan ada perputaran yang lebih baik di sektor teknologi dan AI ke depan.
Penurunan saham chip Korea Selatan menunjukkan bahwa pasar mulai memperhitungkan risiko yang lebih besar dari persaingan dan perubahan dalam ekosistem AI yang cepat berkembang. Namun, sentimen positif dari laporan keuangan perusahaan teknologi AS dapat menjadi sinyal pemulihan jangka menengah, meskipun volatilitas dan ketidakpastian kebijakan akan tetap membayanginya.