Pasar saham Asia mengalami penurunan pada hari Jumat karena kekhawatiran tentang dampak teknologi AI, khususnya dari perusahaan DeepSeek, yang mempengaruhi produsen chip di Korea Selatan seperti SK Hynix dan Samsung Electronics. Meskipun pasar di China, Hong Kong, dan Taiwan tutup, saham-saham teknologi besar di AS, seperti Apple dan Intel, menunjukkan hasil yang baik, yang membantu meningkatkan pasar saham di Australia dan AS. Namun, saham Nvidia tetap dalam tren penurunan setelah penjualan besar-besaran di sektor AI.Di sisi lain, inflasi di AS diperkirakan masih tinggi, dan ini menambah ketidakpastian di pasar. Sementara itu, harga emas dan minyak mengalami kenaikan, dan nilai tukar dolar AS menunjukkan tren positif. Meskipun ada penurunan di pasar teknologi, secara keseluruhan, pasar Asia masih dalam jalur untuk mencatat kenaikan bulanan pertama dalam empat bulan terakhir, seiring meredanya kekhawatiran tentang tarif yang dikenakan oleh Presiden Trump terhadap China.
Koreksi harga saham teknologi, terutama chip, menunjukkan bahwa pasar mulai menyesuaikan ekspektasi terhadap pertumbuhan dan permintaan AI yang mungkin tidak sepesat perkiraan sebelumnya. Namun, tekanan tersebut juga membuka peluang untuk pembelian ulang dengan valuasi yang lebih wajar, menandakan siklus pasar yang sehat dan adaptif terhadap dinamika baru.