Pasar saham Asia diperkirakan akan naik setelah Wall Street mengalami kenaikan, terutama karena saham Apple yang meningkat setelah laporan keuangan kuartalannya. Meskipun banyak pasar di Asia, termasuk Tiongkok dan Hong Kong, tutup untuk liburan Tahun Baru Imlek, saham perusahaan-perusahaan besar di AS, seperti S&P 500 dan Nasdaq, menunjukkan pertumbuhan. Namun, ada kekhawatiran terkait kebijakan tarif yang diusulkan oleh Presiden Donald Trump terhadap Meksiko dan Kanada, yang dapat mempengaruhi nilai mata uang kedua negara tersebut.Ekonomi AS menunjukkan pertumbuhan yang solid di akhir tahun 2024, didorong oleh peningkatan pengeluaran konsumen, terutama dalam penjualan kendaraan. Meskipun ada tantangan dari pemogokan di Boeing dan investasi inventaris yang lebih rendah, pengeluaran rumah tangga tetap kuat. Data yang akan dirilis pada hari Jumat diharapkan menunjukkan inflasi yang masih tinggi, yang dapat mempengaruhi keputusan Federal Reserve mengenai suku bunga. Secara keseluruhan, ekonomi AS tampak stabil, yang dapat mendukung pasar saham di masa depan.
Kebijakan tarif perdagangan yang agresif dari AS berpotensi memicu ketidakpastian yang lebih besar di pasar internasional dan menimbulkan tekanan pada mata uang negara-negara terkait. Namun, hasil kuat dari perusahaan teknologi seperti Apple menunjukkan bahwa sektor ini masih menjadi pilar utama penggerak pasar meskipun ada fluktuasi yang tajam.