Donald Trump baru-baru ini melarang penggunaan "digital dollar" di Amerika Serikat, yang membuat negara lain seperti China dan Eropa memiliki kesempatan untuk mengembangkan mata uang digital bank sentral (CBDC) mereka. Sebelumnya, lebih dari 130 negara sedang menjajaki CBDC untuk mengikuti perkembangan teknologi. Pendukung CBDC percaya bahwa mata uang digital dapat mempermudah pembayaran lintas negara secara real-time, sementara penentangnya khawatir tentang privasi dan pengawasan pemerintah.Larangan Trump ini memberi sinyal kepada Eropa bahwa mereka dapat menetapkan standar privasi dan keamanan siber melalui euro digital. Sementara itu, China dapat mempromosikan teknologi mereka kepada negara lain dengan mengatakan bahwa AS tidak terlibat. Meskipun larangan ini tidak akan banyak mempengaruhi kebijakan domestik, hal ini menambah ketidakpastian tentang bagaimana CBDC akan berinteraksi di masa depan, terutama dengan proyek-proyek yang melibatkan bank-bank sentral besar lainnya.