Pada hari Senin, saham teknologi mengalami penurunan yang signifikan setelah peluncuran alat kecerdasan buatan (AI) baru dari China yang bernama DeepSeek. Investor khawatir bahwa DeepSeek dapat mengancam dominasi perusahaan-perusahaan teknologi besar di AS seperti Nvidia, Broadcom, dan Microsoft. Penurunan ini membuat pasar saham menjadi lebih rentan, terutama karena banyak perusahaan teknologi besar memiliki nilai pasar yang sangat tinggi. DeepSeek, yang menggunakan chip Nvidia yang lebih murah, telah mengguncang keyakinan investor terhadap pengeluaran besar-besaran untuk AI yang sebelumnya dianggap positif.Saham-saham besar seperti Nvidia dan Microsoft mengalami kerugian yang cukup besar, dengan Nvidia turun hingga 18% dan Microsoft 5%. Meskipun ada kekhawatiran, beberapa analis percaya bahwa munculnya DeepSeek dapat mendorong perusahaan-perusahaan teknologi di AS untuk menjadi lebih kompetitif. CEO Microsoft, Satya Nadella, juga berpendapat bahwa model AI yang lebih murah seperti DeepSeek dapat mempercepat adopsi teknologi AI secara luas.
Kemunculan DeepSeek adalah peringatan keras bahwa dominasi perusahaan teknologi besar AS atas pasar AI tidak bisa dianggap final. Investor dan perusahaan teknologi harus siap menghadapi realitas kompetisi global yang semakin agresif dan potensi pengaruh model AI lebih hemat biaya terhadap ekosistem teknologi.