DeepSeek China Guncang Pasar AS: AI Murah Buat Saham Teknologi Jatuh
Finansial
Investasi dan Pasar Modal
28 Jan 2025
189 dibaca
1 menit
Berita dari China membuat pasar saham di Amerika Serikat terguncang pada hari Senin, terutama di sektor teknologi yang sedang ramai karena kecerdasan buatan (AI). Sebuah perusahaan bernama DeepSeek mengklaim telah mengembangkan model bahasa besar yang dapat bersaing dengan raksasa AI AS, tetapi dengan biaya yang jauh lebih rendah. Hal ini menyebabkan penurunan signifikan pada saham-saham teknologi seperti Nvidia dan Google, meskipun ada beberapa kenaikan di bagian lain pasar.
Sebagai akibat dari berita ini, sektor teknologi S&P 500 mengalami penurunan terbesar sejak September 2020, dengan Nvidia kehilangan sekitar Rp 9.85 quadriliun ($590 miliar) dari nilai pasarnya. Selain itu, kekayaan bersih CEO Oracle, Larry Ellison, juga turun Rp 460.92 triliun ($27,6 miliar) setelah penjualan saham. Meskipun banyak saham di S&P 500 yang naik, pengaruh besar dari saham teknologi membuat indeks tersebut tetap turun.
Analisis Ahli
Kai-Fu Lee
Munculnya perusahaan AI China seperti DeepSeek memperlihatkan bahwa negara tersebut berhasil menutup kesenjangan dengan Amerika Serikat dalam bidang AI, sehingga persaingan global di sektor ini akan semakin intens dan dinamis.Andrew Ng
Keberhasilan DeepSeek menandai pentingnya kecepatan adopsi teknologi dan efisiensi biaya dalam model AI, yang bisa merubah dominasi pasar serta memacu inovasi yang lebih cepat di seluruh dunia.