Berita dari China membuat pasar saham di Amerika Serikat terguncang pada hari Senin, terutama di sektor teknologi yang sedang ramai karena kecerdasan buatan (AI). Sebuah perusahaan bernama DeepSeek mengklaim telah mengembangkan model bahasa besar yang dapat bersaing dengan raksasa AI AS, tetapi dengan biaya yang jauh lebih rendah. Hal ini menyebabkan penurunan signifikan pada saham-saham teknologi seperti Nvidia dan Google, meskipun ada beberapa kenaikan di bagian lain pasar.Sebagai akibat dari berita ini, sektor teknologi S&P 500 mengalami penurunan terbesar sejak September 2020, dengan Nvidia kehilangan sekitar $590 miliar dari nilai pasarnya. Selain itu, kekayaan bersih CEO Oracle, Larry Ellison, juga turun $27,6 miliar setelah penjualan saham. Meskipun banyak saham di S&P 500 yang naik, pengaruh besar dari saham teknologi membuat indeks tersebut tetap turun.
Kemunculan DeepSeek menunjukkan bahwa inovasi teknologi tinggi dapat diperoleh dengan biaya lebih rendah sekalipun ada pembatasan akses chip canggih, menandakan potensi perubahan besar dalam rantai pasokan dan dominasi pasar AI. Investor harus mulai mempertimbangkan risiko yang lebih besar terkait ketergantungan pada perusahaan teknologi besar saat ini dan mulai melihat peluang baru dari perusahaan teknologi Asia.