Aplikasi AI China Guncang Saham AS, Analis: Waktu Tepat Beli Saham AI
Bisnis
Startup dan Kewirausahaan
28 Jan 2025
271 dibaca
1 menit
Sebuah aplikasi dari startup AI asal China, DeepSeek, berhasil mengalahkan aplikasi OpenAI dan menjadi aplikasi gratis paling banyak diunduh di AS. Hal ini menyebabkan saham Nvidia dan banyak perusahaan terkait AI lainnya turun drastis, membuat indeks Nasdaq Composite juga merosot lebih dari 3%. Para analis di Wall Street melihat penurunan ini sebagai kesempatan untuk membeli saham-saham AI yang tertekan, dengan menyebutnya sebagai "kesempatan emas" untuk memiliki saham Nvidia, Microsoft, dan perusahaan besar lainnya.
Meskipun pencapaian DeepSeek dianggap mengesankan, para analis berpendapat bahwa perusahaan-perusahaan besar di AS kemungkinan tidak akan menggunakan teknologi dari startup China tersebut untuk infrastruktur AI mereka. Mereka percaya bahwa meskipun DeepSeek memiliki model yang kompetitif, peluncuran infrastruktur AI yang lebih luas adalah tantangan yang berbeda. Beberapa analis tetap optimis terhadap saham-saham AI, termasuk Nvidia dan Broadcom, dan menyarankan bahwa kemajuan DeepSeek dapat mendorong perusahaan-perusahaan besar seperti Microsoft dan Google untuk bertindak lebih cepat.
Analisis Ahli
Wedbush
Melihat penurunan saham AI sebagai 'golden buying opportunity' karena perusahaan besar AS masih menguasai pasar infrastruktur AI yang lebih luas dibanding startup China.Bernstein
Menyatakan reaksi pasar terlalu berlebihan dan tetap mempertahankan peringkat 'outperform' untuk saham Nvidia dan Broadcom.Citi
Optimis dengan prospek AI dan chip canggih AS, percaya bahwa proyek besar pemerintah terus mendukung kebutuhan teknologi AI tinggi.Raymond James
Menyebut kemajuan DeepSeek bisa memacu perusahaan hyperscaler AS seperti Microsoft dan Google bertindak lebih cepat untuk keuntungan perusahaan mapan.