Sebuah aplikasi dari startup AI asal China, DeepSeek, berhasil mengalahkan aplikasi OpenAI dan menjadi aplikasi gratis paling banyak diunduh di AS. Hal ini menyebabkan saham Nvidia dan banyak perusahaan terkait AI lainnya turun drastis, membuat indeks Nasdaq Composite juga merosot lebih dari 3%. Para analis di Wall Street melihat penurunan ini sebagai kesempatan untuk membeli saham-saham AI yang tertekan, dengan menyebutnya sebagai "kesempatan emas" untuk memiliki saham Nvidia, Microsoft, dan perusahaan besar lainnya.Meskipun pencapaian DeepSeek dianggap mengesankan, para analis berpendapat bahwa perusahaan-perusahaan besar di AS kemungkinan tidak akan menggunakan teknologi dari startup China tersebut untuk infrastruktur AI mereka. Mereka percaya bahwa meskipun DeepSeek memiliki model yang kompetitif, peluncuran infrastruktur AI yang lebih luas adalah tantangan yang berbeda. Beberapa analis tetap optimis terhadap saham-saham AI, termasuk Nvidia dan Broadcom, dan menyarankan bahwa kemajuan DeepSeek dapat mendorong perusahaan-perusahaan besar seperti Microsoft dan Google untuk bertindak lebih cepat.
Munculnya DeepSeek menunjukkan bahwa kemampuan teknologi AI semakin merata dan kompetitif secara global, khususnya dari China yang mulai mencuri perhatian dengan solusi efisien. Namun, kekuatan ekosistem dan infrastruktur teknologi AS tetap menjadi keunggulan yang sulit digantikan oleh pemain baru asal China, sehingga saham-saham besar AI AS masih sangat layak diandalkan.