Minggu lalu, saham-saham yang terkait dengan kecerdasan buatan (AI) mengalami fluktuasi yang signifikan setelah munculnya model AI efisien dari perusahaan rintisan China, DeepSeek. Model ini dilatih dengan biaya sekitar $6 juta dan dalam waktu singkat, yang membuat investor khawatir bahwa AI yang berguna tidak lagi memerlukan perangkat keras yang mahal. Hal ini menyebabkan penurunan besar pada saham perusahaan semikonduktor seperti Nvidia, yang kehilangan hampir $590 miliar dari nilai pasar mereka, sementara saham perusahaan perangkat lunak seperti Meta justru naik karena mereka dianggap akan mendapatkan manfaat dari model AI yang lebih murah.Saham Meta, misalnya, naik 6,4% setelah laporan keuangan yang kuat dan karena mereka juga memiliki model AI open-source. Di sisi lain, saham perusahaan perangkat lunak ServiceNow mengalami perjalanan yang tidak stabil, berakhir 1% lebih rendah setelah laporan keuangan yang mengecewakan. Meskipun ada kekhawatiran tentang dampak DeepSeek, beberapa analis percaya bahwa keberhasilan model ini justru dapat mendorong lebih banyak investasi dalam AI, yang pada akhirnya bisa menguntungkan perusahaan-perusahaan seperti Nvidia.
Kejutan dari DeepSeek menunjukkan bahwa keunggulan teknologi AI tidak hanya tentang kekuatan perangkat keras mahal, tapi juga efisiensi dan inovasi model itu sendiri. Pasar dan perusahaan harus lebih cepat beradaptasi dengan paradigma baru yang menuntut efisiensi biaya dan keberlanjutan investasi dalam AI.