Kejutan DeepSeek: Dampak Model AI Murah Terhadap Saham Teknologi di Wall Street
Finansial
Investasi dan Pasar Modal
01 Feb 2025
63 dibaca
1 menit
Minggu lalu, saham-saham yang terkait dengan kecerdasan buatan (AI) mengalami fluktuasi yang signifikan setelah munculnya model AI efisien dari perusahaan rintisan China, DeepSeek. Model ini dilatih dengan biaya sekitar Rp 100.20 miliar ($6 juta) dan dalam waktu singkat, yang membuat investor khawatir bahwa AI yang berguna tidak lagi memerlukan perangkat keras yang mahal. Hal ini menyebabkan penurunan besar pada saham perusahaan semikonduktor seperti Nvidia, yang kehilangan hampir Rp 9.85 quadriliun ($590 miliar) dari nilai pasar mereka, sementara saham perusahaan perangkat lunak seperti Meta justru naik karena mereka dianggap akan mendapatkan manfaat dari model AI yang lebih murah.
Saham Meta, misalnya, naik 6,4% setelah laporan keuangan yang kuat dan karena mereka juga memiliki model AI open-source. Di sisi lain, saham perusahaan perangkat lunak ServiceNow mengalami perjalanan yang tidak stabil, berakhir 1% lebih rendah setelah laporan keuangan yang mengecewakan. Meskipun ada kekhawatiran tentang dampak DeepSeek, beberapa analis percaya bahwa keberhasilan model ini justru dapat mendorong lebih banyak investasi dalam AI, yang pada akhirnya bisa menguntungkan perusahaan-perusahaan seperti Nvidia.
Analisis Ahli
Bank of America
DeepSeek bisa menjadi 'momen Sputnik AI' yang justru memicu investasi AI lebih besar dan menguntungkan Nvidia.Morgan Stanley
Reaksi pasar lebih penting daripada penyebabnya, dengan risiko pengurangan antusiasme belanja AI dan potensi peningkatan kontrol ekspor semikonduktor oleh pemerintah.