DeepSeek Buktikan AI Canggih Tak Harus Gunakan Chip Mahal Nvidia
Teknologi
Kecerdasan Buatan
28 Jan 2025
12 dibaca
1 menit

DeepSeek, sebuah startup AI dari China, baru-baru ini meluncurkan model R1 yang menarik perhatian banyak orang. Model ini terbukti memiliki fungsi dan akurasi yang baik meskipun menggunakan sumber daya dan daya komputasi yang lebih sedikit dibandingkan dengan model-model dari Amerika Serikat. Namun, keberhasilan DeepSeek ini berdampak negatif bagi Nvidia, perusahaan besar yang memproduksi chip. Saham Nvidia turun hampir 17% setelah peluncuran R1, mengakibatkan kerugian hampir Rp 10.02 quadriliun ($600 miliar) dari nilai pasar mereka.
Peluncuran model R1 menunjukkan bahwa model AI yang canggih tidak selalu memerlukan chip atau perangkat keras yang mahal, yang menjadi masalah bagi Nvidia sebagai produsen chip. Selain itu, situasi ini terjadi setelah mantan presiden Joe Biden menandatangani perintah eksekutif yang membatasi ekspor chip AI canggih ke negara-negara tertentu, termasuk China. Dengan semua perkembangan ini, tampak bahwa untuk mempertahankan dominasi di pasar AI global, Amerika Serikat perlu mempertimbangkan lebih dari sekadar chip dan perangkat keras AI.
Analisis Ahli
Andrew Ng
Kemampuan untuk mengoptimalkan model AI tanpa bergantung sepenuhnya pada hardware kelas atas adalah langkah penting menuju aksesibilitas AI yang lebih luas, yang akan mempercepat inovasi global.Fei-Fei Li
Pembatasan hardware tidak boleh menjadi hambatan utama bagi kemajuan AI; teknologi berbasis algoritma dan model juga harus menjadi pusat perhatian dalam pengembangan AI masa depan.


