Persepsi tentang Nvidia dan kebutuhan akan chip canggihnya untuk kecerdasan buatan (AI) mulai berubah setelah keberhasilan perusahaan AI asal China, DeepSeek. Saham Nvidia turun 17 persen karena kekhawatiran bahwa inovasi dari DeepSeek dapat mengurangi ketergantungan industri pada chip canggih Nvidia. DeepSeek mengklaim telah melatih model V3-nya menggunakan hanya 2.048 GPU Nvidia H800 dalam waktu dua bulan, dengan biaya pelatihan yang jauh lebih rendah dibandingkan model pesaing.Meskipun Nvidia sempat pulih, para analis mencatat bahwa peran perusahaan dalam pengembangan AI yang mahal mulai dipertanyakan. DeepSeek juga merilis model open-source R1 yang menunjukkan kemampuan setara dengan model-model lebih maju dari OpenAI, Anthropic, dan Google, tetapi dengan biaya pelatihan yang jauh lebih rendah. Pendiri DeepSeek, Liang Wenfeng, menyatakan bahwa perusahaan telah mengumpulkan lebih dari 10.000 GPU Nvidia, menjadikannya salah satu pemilik sumber daya komputasi terbesar di antara start-up AI di China.
Meskipun DeepSeek menunjukkan efisiensi dalam pelatihan AI, ketergantungan utama pada GPU Nvidia tetap kuat dan sulit digantikan dalam waktu dekat. Namun, kompetisi ini membuka peluang bagi perubahan paradigma dalam pemanfaatan hardware AI yang lebih hemat biaya, yang bisa mengguncang posisi Nvidia jika inovasi terus berlanjut.