Pasar Asia diperkirakan akan mengalami volatilitas setelah saham teknologi di AS mengalami penurunan tajam. Hal ini dipicu oleh kekhawatiran tentang valuasi tinggi di sektor teknologi, terutama setelah munculnya model AI murah dari startup China, DeepSeek. Saham-saham besar seperti Nvidia juga mengalami penurunan signifikan. Investor beralih ke obligasi AS sebagai langkah aman, sementara nilai dolar AS turun. Minggu ini, perhatian akan tertuju pada laporan pendapatan dari perusahaan teknologi besar seperti Tesla, Meta, Microsoft, dan Apple, yang diharapkan memberikan petunjuk tentang perkembangan investasi di bidang AI.Selain itu, kebijakan perdagangan Presiden AS Donald Trump juga menjadi perhatian utama. Dia baru-baru ini mengancam untuk mengenakan tarif tambahan pada mitra dagang utama seperti China, Meksiko, dan Kanada. Meskipun saat ini tarif tersebut belum diterapkan, keputusan Trump dapat mengejutkan pasar. Pertemuan Federal Reserve (Fed) yang akan berlangsung juga menjadi fokus, di mana diharapkan suku bunga tetap tidak berubah. Sementara itu, banyak pasar di Asia akan tutup untuk merayakan Tahun Baru Imlek, sehingga aktivitas perdagangan akan terbatas.
Sentimen pasar saat ini dipicu oleh ketakutan berlebihan terhadap persaingan di sektor AI yang sebenarnya bisa menjadi peluang. Namun, ketidakpastian kebijakan perdagangan dan tekanan pada bank sentral dapat menimbulkan risiko jangka pendek yang signifikan bagi ekuitas global.