Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Pasar Asia Tertekan Kebijakan Tarif Trump dan Proyeksi Ekonomi Suram Walmart

Bisnis
Ekonomi Makro
News Publisher
21 Feb 2025
217 dibaca
1 menit
Pasar Asia Tertekan Kebijakan Tarif Trump dan Proyeksi Ekonomi Suram Walmart

AI summary

Kebijakan tarif Trump menimbulkan kekhawatiran tentang pertumbuhan ekonomi dan inflasi.
Walmart memberikan proyeksi yang suram, mencerminkan kekhawatiran konsumen terhadap inflasi.
Pasar Asia mungkin tetap dalam mode risiko minimal akibat ketidakpastian geopolitik.
Pasar Asia menghadapi ketidakpastian setelah Wall Street mengalami penurunan akibat kekhawatiran tentang kebijakan tarif yang diusulkan oleh Presiden AS, Donald Trump. Walmart, sebagai pengecer terbesar di dunia, juga memberikan proyeksi penjualan dan keuntungan yang suram, yang membuat investor khawatir tentang kemungkinan terjadinya stagflasi, yaitu kondisi di mana inflasi tinggi dan pertumbuhan ekonomi melambat. Meskipun ada harapan bahwa kebijakan Trump dapat mendorong pertumbuhan, banyak yang khawatir bahwa tarif baru dapat memperlambat pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan inflasi.Di pasar Asia, yen dan emas menjadi pilihan aman bagi investor di tengah ketidakpastian ini. Pasar Jepang, Hong Kong, dan China mengalami penurunan, dengan Nikkei Jepang turun 1,2% dan Hang Seng Hong Kong turun 1,6%. Data penting yang akan dirilis, seperti indeks manufaktur dan layanan Jepang serta CPI Malaysia, dapat mempengaruhi arah pasar di hari berikutnya.

Experts Analysis

Alberto Musalem
Kebijakan perdagangan dan inflasi yang tidak pasti menimbulkan dilema bagi the Fed, yang harus menjaga kestabilan harga tanpa mematikan pertumbuhan.
Austan Goolsbee
Tarif besar dapat menciptakan shock pasokan yang memperparah inflasi, dengan risiko seperti yang terjadi semasa pandemi COVID-19.
Editorial Note
Langkah kebijakan tarif yang agresif dari pemerintahan Trump memang memicu ketidakpastian pasar, namun investor masih berharap kebijakan ini bersifat sementara. Jika inflasi terus menguat dan ekspansi ekonomi melambat, bank sentral harus mengambil langkah yang hati-hati agar tidak memicu resesi lebih dalam.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.