Hari ini, pasar Asia sedang memperhatikan hubungan perdagangan antara Amerika Serikat dan China setelah kesepakatan sementara antara AS dengan Meksiko dan Kanada. China baru-baru ini membalas tarif yang dikenakan oleh AS dengan tarifnya sendiri dan memperingatkan beberapa perusahaan AS, termasuk Google, tentang kemungkinan sanksi. Meskipun ada harapan untuk pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping, pertemuan tersebut tidak terjadi, menunjukkan bahwa hubungan kedua negara masih tegang. Tarif baru dari China akan mulai berlaku pada 10 Februari, memberi waktu bagi kedua pemimpin untuk mencapai kesepakatan.Sementara itu, pasar saham di Hong Kong menunjukkan kinerja yang baik meskipun ada ketegangan perdagangan, dengan saham-saham teknologi dan kendaraan listrik mengalami kenaikan. Pasar Asia secara keseluruhan juga menunjukkan tren positif, didorong oleh kenaikan di pasar AS. Namun, ada kekhawatiran tentang inflasi akibat tarif AS yang dapat mempengaruhi kebijakan moneter di masa depan. Beberapa laporan penting dari China dan Jepang diharapkan dapat memberikan arah lebih lanjut bagi pasar Asia hari ini.
Ketegangan perdagangan ini menciptakan ketidakpastian besar yang bisa menekan pertumbuhan ekonomi regional, terutama bagi negara-negara yang sangat bergantung pada ekspor ke kedua raksasa ekonomi tersebut. Namun, optimisme terhadap sektor teknologi dan kendaraan listrik di Hong Kong menunjukkan bahwa investor masih mencari peluang di tengah situasi kompleks ini.