Pasar saham di AS mengalami penurunan karena saham teknologi yang melemah, terutama setelah munculnya DeepSeek, perusahaan asal China yang mengklaim dapat menghasilkan hasil besar dengan biaya lebih rendah dalam bidang kecerdasan buatan (AI). Meskipun banyak pasar Asia masih tutup untuk perayaan Tahun Baru Imlek, indeks Nikkei 225 Jepang akan melanjutkan pergerakan pasar setelah mengikuti fluktuasi Wall Street sepanjang minggu. Selain itu, laporan pendapatan dari beberapa perusahaan besar seperti Microsoft dan Tesla tidak memberikan banyak informasi positif, yang menyebabkan penurunan nilai saham mereka.Federal Reserve AS memutuskan untuk mempertahankan suku bunga tetap, yang menunjukkan bahwa mereka akan menunggu data lebih lanjut tentang inflasi dan pekerjaan sebelum mengambil keputusan lebih lanjut. Ketua Federal Reserve, Jerome Powell, menyatakan bahwa masih terlalu dini untuk menilai dampak kebijakan baru Presiden Donald Trump terhadap ekonomi. Beberapa data penting yang akan dirilis, seperti neraca perdagangan Australia dan laporan pendapatan Apple, diharapkan dapat memberikan arah lebih lanjut bagi pasar.
Keputusan Fed yang mempertahankan suku bunga tanpa kejelasan inflasi menunjukkan kehati-hatian yang sangat dibutuhkan, namun ini juga memicu ketidakpastian pasar. Ditambah dengan munculnya pesaing baru AI dari Cina, investor harus siap menghadapi fluktuasi pasar teknologi yang tajam dalam waktu dekat.