Courtesy of YahooFinance
Pada akhir tahun 2024, pasar saham menunjukkan hasil yang mengesankan dengan indeks S&P 500 naik 26% dan Nasdaq 100 naik sekitar 30%. Jika seseorang menginvestasikan Rp 164.45 juta ($10,000) di Nasdaq 100 pada akhir 2022, nilai investasinya kini lebih dari Rp 328.90 juta ($20,000) . Namun, meskipun hasil ini menarik, tidak ada jaminan bahwa saham akan terus naik di tahun 2025. Ekonom Torsten Slok dari Apollo Global Management percaya bahwa ekonomi AS tetap kuat dan tidak menunjukkan tanda-tanda perlambatan besar. Ia juga memperkirakan bahwa suku bunga akan tetap tinggi dan ada kemungkinan kebijakan yang diterapkan oleh mantan Presiden Trump dapat mempengaruhi inflasi dan harga aset.
Slok mencatat beberapa faktor yang dapat mempengaruhi ekonomi di tahun 2025, termasuk pertumbuhan PDB yang diperkirakan sekitar 2.5%, inflasi yang mungkin meningkat, dan pengeluaran konsumen yang tetap positif. Namun, ada juga beberapa tantangan yang perlu diperhatikan, seperti ketegangan geopolitik dan defisit anggaran yang besar. Meskipun ada kekhawatiran, konsumen AS tetap berkontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi. Apollo juga menunjukkan bahwa strategi investasi tradisional mungkin perlu ditinjau kembali karena potensi pengembalian yang lebih lemah di pasar saham dan obligasi.
Pertanyaan Terkait
Q
Apa yang diperkirakan oleh Torsten Slok tentang ekonomi AS di tahun 2025?A
Torsten Slok memperkirakan bahwa ekonomi AS akan tetap kuat tanpa tanda-tanda perlambatan besar menuju tahun 2025.Q
Bagaimana kinerja pasar saham S&P 500 dan Nasdaq 100 pada tahun 2024?A
S&P 500 naik 26% dan Nasdaq 100 naik sekitar 30% pada tahun 2024.Q
Apa saja faktor yang dapat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi AS di tahun 2025?A
Faktor-faktor seperti geopolitik, inflasi, dan defisit anggaran dapat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi AS di tahun 2025.Q
Mengapa pengeluaran konsumen dianggap penting untuk pertumbuhan PDB?A
Pengeluaran konsumen penting karena telah berkontribusi positif terhadap pertumbuhan PDB setiap kuartal sejak Fed mulai menaikkan suku bunga.Q
Apa yang menjadi perhatian Apollo Global Management terkait strategi alokasi aset tradisional?A
Apollo Global Management khawatir tentang prospek pengembalian yang lebih lemah di pasar ekuitas dan obligasi, yang dapat mempengaruhi strategi alokasi aset tradisional.