Courtesy of YahooFinance
Pada tahun 2024, pemerintah AS berhasil menuntut Google karena dianggap menyalahgunakan dominasi mesin pencarinya dan melanggar undang-undang antimonopoli. Seorang hakim menyatakan bahwa Google bertindak sebagai monopolis dan meminta agar perusahaan induknya, Alphabet, menjual sebagian dari bisnisnya. Ini adalah kemenangan besar bagi pemerintah dalam upaya menegakkan hukum antimonopoli, yang bisa berdampak pada perusahaan teknologi besar lainnya seperti Apple, Amazon, dan Meta, yang juga menghadapi tuntutan serupa.
Meskipun ada tantangan hukum yang dihadapi oleh perusahaan-perusahaan besar ini, pasar saham tidak menunjukkan kekhawatiran yang signifikan. Beberapa ahli hukum berpendapat bahwa meskipun ada kemajuan dalam penegakan hukum antimonopoli, perusahaan-perusahaan teknologi masih memiliki kekuatan besar dan tantangan terbesar mereka mungkin berasal dari persaingan dengan startup AI. Selain itu, ada ketidakpastian tentang bagaimana kebijakan antimonopoli akan berubah setelah Donald Trump kembali menjabat sebagai presiden, karena ia telah menunjukkan ketertarikan untuk mengawasi perusahaan-perusahaan teknologi besar.
Pertanyaan Terkait
Q
Apa yang terjadi pada Google terkait hukum antitrust di tahun 2024?A
Pada tahun 2024, Google dinyatakan telah menyalahgunakan dominasi mesin pencarinya dan melanggar hukum antitrust.Q
Siapa yang memimpin upaya hukum terhadap Google?A
Upaya hukum terhadap Google dipimpin oleh Departemen Kehakiman AS di bawah pemerintahan Biden.Q
Apa dampak dari keputusan hukum ini terhadap perusahaan teknologi lainnya?A
Keputusan hukum ini dapat mempengaruhi perusahaan teknologi lain seperti Apple, Amazon, dan Meta yang juga menghadapi tuntutan hukum serupa.Q
Bagaimana reaksi pasar terhadap kasus antitrust yang melibatkan Google?A
Pasar tidak tampak terganggu, dengan saham perusahaan teknologi besar tetap meningkat berkat kemajuan dalam kecerdasan buatan.Q
Apa yang diharapkan dari pemerintahan Trump terkait regulasi perusahaan teknologi?A
Pemerintahan Trump diharapkan akan melanjutkan penegakan hukum antitrust yang ketat terhadap perusahaan teknologi besar.