TLDR
Penggunaan kode bisa meningkat meskipun biaya penggunaan menjadi lebih murah. Paradoks Jevons menunjukkan bahwa efisiensi dapat menyebabkan peningkatan total konsumsi. Permintaan yang tinggi untuk komputasi dapat menyebabkan konsumsi yang lebih besar, meskipun harga per unit menurun. Pomodo.id - Munculnya teknologi kecerdasan buatan (AI) mendorong banyak perusahaan untuk percaya bahwa mereka akan membutuhkan jauh lebih sedikit insinyur dengan adanya kemampuan mesin untuk menulis kode. Namun, meskipun asumsi ini tampaknya logis, peneliti dan pemimpin industri seperti Rajesh Rajagopalan menunjukkan bahwa kenyataannya tidak sesederhana itu. Fenomena ini bisa dipahami lebih baik melalui apa yang dikenal sebagai paradoks Jevons.Menurut paradoks Jevons, ketika penggunaan sumber daya menjadi lebih efisien atau lebih murah, permintaan terhadap sumber daya tersebut justru meningkat. Contohnya, di Inggris pada tahun 1865, ketika mesin bertenaga batu bara menjadi lebih efisien, penggunaan batu bara tidak menurun; sebaliknya, konsumsi total meningkat karena lebih banyak industri memanfaatkannya. Ini menunjukkan bahwa penurunan biaya dapat menyebabkan lonjakan dalam penggunaan, bukan pengurangan.Di sektor teknologi yang sedang berkembang pesat ini, tren yang sama terlihat jelas. Dalam laporan terbaru, harga token AI jatuh lebih dari sepertiga pada musim panas 2026, tetapi harga penyewaan unit pemrosesan grafis (GPU) tetap tinggi. Artinya, meskipun biaya untuk menggunakan AI turun, penggunaan compute resources tetap melonjak karena perusahaan-perusahaan merasa lebih mampu memanfaatkan teknologi ini. Dengan kata lain, tidak ada jaminan bahwa lebih sedikit insinyur akan dibutuhkan hanya karena mesin dapat menjalankan beberapa tugas.
Paradoks Jevons adalah konsep ekonomi yang menyatakan bahwa efisiensi energi (atau penggunaan sumber daya) yang lebih tinggi tidak selalu berarti konsumsi total yang lebih rendah. Sebaliknya, jika penggunaan menjadi lebih murah karena inovasi, maka permintaan bisa meningkat. Ini penting karena menunjukkan bahwa teknologi baru dapat memperluas pasar dan tidak selalu mengganti tenaga kerja manusia secara langsung.
Bagi pembaca muda di Indonesia, ini menjelaskan bahwa meskipun teknologi AI menawarkan peluang baru, mereka juga perlu bersiap untuk beradaptasi dengan perubahan lingkungan kerja. Peluang karir di bidang teknik dan teknologi akan tetap ada dan bahkan bisa meningkat, tergantung pada seberapa baik individu dalam beradaptasi dengan teknologi baru ini dan mengintegrasikannya ke dalam pekerjaan mereka. Dengan kata lain, kebutuhan akan keterampilan di bidang teknologi akan terus ada, bahkan mungkin bertambah, karena permintaan untuk inovasi dan efisiensi terus meningkat.Melihat situasi saat ini, Indonesia berada di ambang transisi menuju ekonomi digital yang lebih besar. Jika saat ini, berbagai institusi pendidikan dan pelatihan di Indonesia berupaya untuk melahirkan generasi yang terampil dalam teknologi, terdapat potensi positif dalam menciptakan lebih banyak inovasi lokal dan perangkat lunak yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar domestik. Masyarakat dapat berinvestasi dalam pembelajaran keterampilan baru yang berfokus pada AI dan teknologi lainnya, yang pada gilirannya akan mempengaruhi peningkatan gaji dan peluang kerja.Jadi, meskipun AI memperkenalkan dinamika baru, ini tidak serta merta berarti bahwa insinyur akan kehilangan pekerjaan mereka secara masif. Sebaliknya, mereka mungkin akan melihat peningkatan dalam kualitas dan kompleksitas pekerjaan yang dapat mereka lakukan, serta peluang untuk berkembang dalam bidang baru dan mengadopsi teknologi yang semakin canggih. Perubahan ini adalah kesempatan bagi generasi muda Indonesia untuk mempersiapkan diri dan berinvestasi dalam keterampilan yang relevan serta menunjukkan kontribusi mereka di dunia teknologi yang terus bertransformasi.---
Diterbitkan oleh Pomodo · Redaksi Pomodo
Terbit: 5 Nov 2026, 20.08 WIB
Ditulis dengan bantuan AI dan diperiksa akurasinya terhadap sumber.
Menemukan kesalahan? Hubungi redaksi → [pomodo.id/contact](https://pomodo.id/contact)