TLDR
Perusahaan perlu memiliki visibilitas terhadap kinerja agen AI untuk mengarahkan investasi secara efektif. Menerapkan batasan anggaran tanpa memahami kinerja dapat menghambat agen yang benar-benar menghasilkan nilai. Audit dan pengawasan rutin terhadap agen AI sangat penting untuk memastikan bahwa mereka berfungsi sesuai tujuan bisnis. Pomodo.id - Perusahaan saat ini sering kali lebih fokus pada biaya yang dikeluarkan untuk teknologi kecerdasan buatan (AI) ketimbang nilai nyata yang dihasilkan dari investasi itu. Seperti pepatah yang menyatakan, "Jika kita menghitung setiap sen dari pengeluaran gaji tetapi tidak pernah melakukan penilaian kinerja, kita akan kehilangan jejak siapa yang benar-benar menciptakan nilai." Hal ini mencerminkan kondisi yang dialami banyak perusahaan yang kini semakin banyak menggelontorkan anggaran untuk AI, namun mayoritas dari mereka tidak bisa mengaitkan pengeluaran tersebut dengan keuntungan yang dihasilkan.Sebagai contoh, Florian Douetteau, CEO Dataiku, mengungkapkan bahwa walaupun CFO dapat melihat tagihan biaya yang dikeluarkan untuk AI, tidak ada informasi mengenai apakah pekerjaan yang dilakukan itu sesungguhnya layak untuk dilakukan. Dalam banyak kasus, kurang dari satu dari tiga organisasi dapat mengaitkan setiap pengeluaran untuk AI secara langsung dengan hasil keuntungan atau kerugian. Ini menunjukkan bahwa walaupun pengeluaran untuk AI meningkat, banyak perusahaan tidak bisa menjelaskan apa yang dihasilkan dari investasi tersebut. Dengan pendekatan ini, satu tugas sederhana oleh model AI bisa memicu puluhan operasi yang juga menambah biaya tanpa hasil yang jelas.
Pentingnya Mengukur Kinerja AI
Mengukur kinerja AI penting karena memberikan gambaran jelas tentang efektivitas investasi. Banyak perusahaan beranggapan bahwa penggunaan AI hanya soal biaya, padahal yang lebih relevan adalah hasil yang dihasilkan oleh teknologi tersebut. Tanpa melakukan penilaian kinerja dan mengaitkannya dengan hasil nyata di bisnis, perusahaan mungkin tidak menyadari apakah mereka sebenarnya mendapatkan nilai dari setiap sen yang dikeluarkan untuk teknologi ini. Jika tidak ada pengukuran yang jelas, ribuan eksperimen AI yang dilakukan dapat menghasilkan banyak aktivitas, namun jarang sekali menciptakan nilai yang terukur.
Di seberang lautan, Uber adalah contoh nyata dari tantangan dalam mengelola biaya AI. Dalam empat bulan, perusahaan tersebut menghabiskan anggaran 2026 untuk alat pemrograman AI, di mana 5.000 insinyur menggunakannya. Meski alat itu jelas bermanfaat, masalah yang muncul adalah penggunaan yang meningkat lebih cepat daripada kontrol anggaran yang ada. Sebagian pengguna menghabiskan sampai $2.000 per bulan untuk token, dan fitur internal yang hanya digunakan dalam dua jam dapat menghabiskan $1.200. Hal ini menunjukkan perluasan penggunaan alat AI yang lebih tinggi tanpa nilai añggaran yang sesuai.Meskipun beberapa perusahaan berharap AI dapat meningkatkan pendapatan, hanya 20% yang saat ini berhasil mewujudkannya. Hal ini menandakan bahwa banyak organisasi menghadapi kesulitan dalam menerjemahkan investasi AI ke dalam nilai bisnis yang nyata. Situasi ini bahkan diperparah dengan fakta bahwa 42% dari perusahaan-perusahaan yang terlibat dalam proyek AI sudah membatalkan sebagian besar inisiatif mereka pada tahun 2025, karena tidak mampu mengelola risiko data dan kualitas yang terkait dengan penggunaan AI.Bagi kaum muda Indonesia yang sedang belajar atau berkarir di dunia teknologi, penting untuk memahami bahwa meskipun AI menawarkan peluang besar, pengukuran kinerja dan hasil yang jelas dari investasi tersebut sangat krusial. Hal ini berarti bahwa mereka perlu memprioritaskan pembelajaran tentang cara menganalisis hasil dari alat dan teknologi yang mereka gunakan, bukan hanya mengenai biaya yang mereka bayar. Dengan menjadikan pengukuran kinerja sebagai bagian dari strategi, mereka bisa lebih siap untuk terlibat dalam industri yang semakin menuntut akan kejelasan dalam dampak dari investasi yang dilakukan. Ke depan, penguasaan dalam analisis data dan pemahaman tentang bagaimana mengaitkan biaya dengan kinerja dapat menjadi keterampilan yang sangat berharga dalam potensi karir mereka di dunia kerja.