TLDR
Solar power telah melampaui batubara sebagai sumber kapasitas pembangkit listrik terpasang terbesar di China. China menghasilkan sekitar 80 persen modul surya dunia dan memiliki rantai industri fotovoltaik yang paling kompetitif. Peningkatan infrastruktur jaringan listrik diperlukan untuk mengintegrasikan proporsi energi terbarukan yang terus berkembang. Pomodo.id - Tenaga surya kini menjadi sumber pembangkit listrik terbesar di Tiongkok, mengalahkan batu bara untuk pertama kalinya dalam sejarah. Menurut data resmi dari Administrasi Energi Nasional (NEA), kapasitas fotovoltaik terpasang di Tiongkok mencapai 1.286 gigawatt pada akhir Juli, mewakili sekitar 31,5% dari total kapasitas pembangkit listrik. Pencapaian ini dianggap sebagai simbol keberhasilan dalam transisi energi hijau dan rendah karbon di negara dengan konsumsi energi yang terbesar di dunia.Penggunaan batu bara sebagai sumber listrik di Tiongkok mengalami penurunan yang signifikan, dengan kontribusinya turun di bawah 50% untuk pertama kalinya pada paruh pertama tahun 2026. Sebagai perbandingan, energi surya telah menyuplai 13% dari total konsumsi listrik Tiongkok pada saat yang sama. Tingginya produksi energi surya memunculkan peningkatan tahun-ke-tahun sebesar 15,5%, dengan total 802,4 miliar kilowatt-jam dihasilkan dalam tujuh bulan pertama tahun ini. Tiongkok saat ini memproduksi sekitar 80% modul surya dunia dan memiliki industri fotovoltaik yang kompetitif dan lengkap.Namun, meskipun pencapaian ini signifikan, transisi menuju penggunaan dan integrasi energi terbarukan secara menyeluruh masih menghadapi tantangan. NEA mengindikasikan bahwa untuk membangun infrastruktur jaringan listrik modern yang diperlukan, Tiongkok perlu menginvestasikan triliunan yuan. Ini menunjukkan bahwa meski penguasaan energi surya telah tercapai, butuh upaya besar untuk mengadaptasi jaringan yang ada untuk menyerap kapasitas energi terbarukan yang tumbuh pesat.
Energi surya dan Batu bara
Energi surya adalah energi yang dihasilkan dari radiasi matahari dan dapat diubah menjadi listrik melalui panel fotovoltaik. Saat ini, energi surya menjadi salah satu sumber energi terbarukan terpenting dalam mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil seperti batu bara. Batu bara, meskipun memiliki sejarah panjang sebagai sumber utama pembangkit listrik, kini terancam oleh kebijakan transisi ke energi hijau dan tekanan untuk mengurangi emisi karbon. Banyak yang beranggapan bahwa energi terbarukan selalu lebih mahal, tetapi dengan kemajuan teknologi dan skala produksi, biaya energi surya terus menurun.
Perkembangan ini memiliki implikasi yang besar bagi generasi muda di Indonesia. Dengan meningkatnya adopsi energi terbarukan, terdapat peluang untuk berkarier di bidang energi bersih, pengelolaan sumber daya, teknologi hijau, serta penelitian dan pengembangan. Keahlian dalam energi surya dan teknologi terkait dapat membuka peluang kerja baru untuk lulusan muda. Selain itu, investasi dalam sektor energi terbarukan, seperti dalam pengembangan panel surya, dapat menarik minat investor muda yang ingin terlibat dalam industri yang berkelanjutan di masa depan.Kinerja Tiongkok dalam transisi energi ini juga dapat memberikan pelajaran bagi Indonesia, yang sedang berupaya untuk meningkatkan penggunaan energi terbarukan. Mengingat Tiongkok kini menjadi pusat produksi energi surya dunia, Indonesia memiliki peluang untuk belajar dari model pengembangan tersebut dan mengadopsi teknologi yang efisien untuk mempercepat transisi energinya. Melihat bahwa biaya penyimpanan energi dan teknologi hijau semakin terjangkau, generasi muda bisa mempersiapkan diri untuk terlibat dalam transformasi energi di tanah air mereka.