China Bangun Pembangkit Batu Bara Besar-Besaran Meski Energi Terbarukan Meningkat
Courtesy of Forbes

China Bangun Pembangkit Batu Bara Besar-Besaran Meski Energi Terbarukan Meningkat

Menjelaskan fenomena peningkatan kapasitas pembangkit listrik tenaga batu bara di China di tengah ekspansi energi terbarukan dan dampaknya terhadap kebijakan energi serta tujuan iklim global.

27 Feb 2026, 22.24 WIB
189 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • China terus meningkatkan kapasitas pembangkit listrik batubara meskipun juga mengembangkan energi terbarukan.
  • Kebijakan harga energi yang tidak fleksibel di China dapat menyebabkan masalah dalam produksi energi.
  • Dampak lingkungan dari peningkatan penggunaan batubara dapat menghambat kemajuan dalam mencapai tujuan iklim.
Beijing, China - China adalah salah satu negara yang aktif menambah kapasitas energi baru, termasuk batu bara dan energi terbarukan seperti angin dan surya. Namun, pada tahun 2025, negara ini kembali menambah kapasitas pembangkit batu bara secara besar-besaran, hampir mencapai 70 gigawatt. Ini adalah angka tertinggi sejak tahun 2007 dan menimbulkan kekhawatiran tentang masa depan energi hijau di China.
Salah satu alasan utama di balik peningkatan pembangunan pembangkit batu bara adalah pemadaman listrik yang terjadi pada 2021 dan 2022 akibat kekurangan batu bara, kekeringan, dan gangguan permintaan selama pandemi Covid-19. Karena batu bara dikenal sebagai sumber energi yang sangat andal, China memilih untuk meningkatkan kapasitas tersebut agar tidak mengalami krisis energi lagi.
Selain kapasitas yang sudah selesai dibangun, China juga memiliki sekitar 500 gigawatt kapasitas batu bara dalam tahap konstruksi dan perizinan. Meski di beberapa kasus pembatalan proyek cukup tinggi, tren ini menunjukkan betapa seriusnya negara ini dalam memperkuat pasokan batu bara mereka. Sebagai perbandingan, kapasitas pembangkit baru China pada 2025 lebih besar dari total pembangunan batu bara di India selama satu dekade terakhir.
Meski kapasitas batu bara meningkat, proporsi listrik yang berasal dari batu bara di China menurun menjadi 58% pada 2024, berkat percepatan pengembangan energi terbarukan. Namun, produksi hidroelektrik menurun akibat kekeringan yang berkepanjangan. Bahkan dengan ekspansi pesat energi terbarukan, China belum mencapai 20% dari total listrik yang dihasilkan dari sumber tersebut.
Salah satu masalah lain yang dihadapi China adalah kebijakan harga energi yang kaku, di mana harga energi ditetapkan pemerintah dan tidak bisa naik meskipun biaya produksi meningkat. Hal ini mengurangi insentif produsen untuk menjaga agar kapasitas yang ada tetap maksimal. Jika kondisi ini terus berlanjut, pengembangan energi bersih bisa terhambat dan target iklim global China akan sulit tercapai.
Referensi:
[1] https://www.forbes.com/sites/katharinabuchholz/2026/02/27/chinas-new-coal-power-installations-reach-18-year-high/

Analisis Ahli

Christine Shearer
"China memimpin dunia dalam penambahan kapasitas batu bara, bahkan lebih dari India selama satu dekade, hal ini menunjukkan bahwa meskipun ada tekanan global untuk mengurangi emisi, realitas kebutuhan energi domestik tetap dominan."

Analisis Kami

"Keputusan China meningkatkan kapasitas batu bara secara agresif menandakan bahwa kestabilan pasokan energi masih menjadi prioritas utama mereka dibandingkan transisi hijau. Kebijakan harga yang kaku hanya memperparah masalah pasokan, menciptakan dilema antara kebutuhan energi dan komitmen terhadap lingkungan."

Prediksi Kami

Jika tren pembangunan pembangkit batu bara terus berlanjut, upaya China mencapai target iklim dapat terhambat dan pengembangan energi terbarukan akan mengalami perlambatan signifikan.

Pertanyaan Terkait

Q
Apa yang terjadi dengan kapasitas pembangkit listrik batubara di China pada tahun 2025?
A
China menginstal hampir 70 gigawatt kapasitas pembangkit listrik batubara baru pada tahun 2025, lebih banyak dari yang dihentikan.
Q
Mengapa China kembali berinvestasi dalam pembangkit listrik batubara?
A
China berinvestasi kembali dalam pembangkit listrik batubara karena pemadaman listrik pada tahun 2021 dan 2022 akibat kekurangan batubara dan cuaca buruk.
Q
Apa dampak dari kebijakan harga energi di China terhadap produksi energi?
A
Kebijakan harga energi yang tetap di China menghalangi produsen untuk meningkatkan produksi saat biaya meningkat.
Q
Bagaimana perkembangan energi terbarukan di China dibandingkan dengan batubara?
A
Energi terbarukan seperti angin dan solar mengalami pertumbuhan, tetapi belum mencapai 20% dari total pembangkit listrik di China.
Q
Apa yang diharapkan China untuk mencapai tujuan iklimnya?
A
China perlu mempertahankan kemajuan dalam energi terbarukan untuk mencapai tujuan iklim yang kritis.