China Dorong Sistem Tenaga Listrik Cerdas Untuk Transisi Energi Hijau
Sains
Iklim dan Lingkungan
02 Apr 2026
65 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Pemerintah Tiongkok berkomitmen untuk modernisasi jaringan listrik dengan fokus pada energi hijau.
Penggunaan kecerdasan buatan dan teknologi digital sangat penting dalam pengembangan sistem tenaga baru.
Tiongkok berusaha mencapai netralitas karbon pada tahun 2060 dengan meningkatkan kapasitas energi terbarukan.
Pemerintah China, melalui Premier Li Qiang, mengumumkan percepatan pembangunan sistem tenaga listrik baru yang mengutamakan energi hijau dan kecerdasan buatan. Li menyampaikan hal ini saat kunjungannya ke provinsi Sichuan, menegaskan pentingnya pengembangan sistem yang aman, rendah karbon, dan fleksibel.
China saat ini menjadi pemimpin dunia dalam kapasitas energi terbarukan tetapi masih menghadapi kendala dalam distribusi dan pengelolaan. Pemerintah berencana memanfaatkan teknologi digital dan AI untuk mengoptimalkan sistem jaringan listrik agar lebih efisien dan responsif terhadap permintaan pasar sekaligus mencapai netralitas karbon 2060.
Pembangunan sistem tenaga listrik yang modern ini diharapkan dapat memperkuat keamanan energi nasional dan mempercepat transisi hijau yang berkelanjutan. Langkah ini juga akan membantu mengatasi volatilitas pasokan global dan meningkatkan dukungan bagi pertumbuhan ekonomi China.
Analisis Ahli
International Energy Agency
Pendekatan China terhadap transformasi digital di sektor energi adalah model penting yang bisa menginspirasi negara lain dalam mengelola transisi energi bersih secara efektif dan aman.

