TLDR
SpaceSail berhasil mengumpulkan sekitar 7 miliar yuan untuk mempercepat pengembangan jaringan satelit LEO. Perusahaan ini berusaha bersaing dengan Starlink dalam menyediakan layanan internet satelit. China semakin meningkatkan upaya untuk membangun jaringan satelit besar-besaran yang menawarkan konektivitas broadband. Pomodo.id - Dalam kemajuan terbaru di industri aerospace, perusahaan startup asal Tiongkok, SpaceSail, berhasil mengumpulkan dana sebesar 7 miliar yuan, sekitar Rp 7 triliun, untuk mempercepat pengembangan jaringan satelit orbit rendah (LEO). Dana ini diperoleh melalui putaran pendanaan Seri B yang melibatkan 18 investor, termasuk investor asal Tiongkok yang didukung negara dan dana ventura yang fokus pada teknologi keras. Dengan pendanaan ini, SpaceSail, yang dikenal secara resmi sebagai Shanghai Spacecom Satellite Technology, menargetkan untuk memperluas jaringan satelitnya dan bersaing dengan proyek Starlink milik Elon Musk.SpaceSail didirikan pada tahun 2018 di Shanghai dan telah meluncurkan total 238 satelit Qianfan di orbit hingga saat ini. Pada tahun 2024, mereka berhasil meluncurkan 54 satelit, yang meningkat menjadi 108 pada tahun 2025. Penggalangan dana yang baru dicapai ini menempatkan perusahaan dengan valuasi sekitar 50 miliar yuan. Dengan peningkatan kapasitas ini, mereka berencana memberikan layanan internet lebar dengan konektivitas langsung ke perangkat, menantang dominasi Starlink dalam pasar internet satelit.Namun, meskipun berhasil mengumpulkan dana dan meningkatkan jumlah satelit, tantangan masih ada. Sektor aerospace Tiongkok sangat kompetitif, dan meski SpaceSail memiliki dukungan modal yang kuat, mereka harus menghadapi persaingan ketat dari perusahaan lain serta teknologi yang sudah mapan seperti Starlink. Selain itu, ada pertanyaan mengenai apakah teknologi yang mereka terapkan cukup inovatif untuk menarik pelanggan serta bisa bersaing di pangsa pasar yang terus berkembang.Bagi kaum muda di Indonesia, perkembangan ini membawa implikasi yang signifikan. Dengan semakin berkembangnya infrastruktur satelit LEO, kemungkinan akses internet di daerah terpencil dan terpencil akan meningkat. Hal ini bisa membuka peluang baru untuk pekerjaan di sektor teknologi informasi dan komunikasi, sekaligus memudahkan aktivitas belajar dan kerja jarak jauh bagi mereka yang sebelumnya mengalami kesulitan dengan akses internet. Dengan estimasi bahwa biaya infrastruktur satelit dapat bertahan dalam kisaran 7 miliar yuan, penting untuk dicatat bahwa hal ini sekitar 7 kali lipat dari kisaran gaji bulanan awal di Indonesia, memberikan gambaran potensi finansial yang dapat dihasilkan dari inovasi semacam ini.Seiring dengan berkembangnya proyek semacam SpaceSail, pemuda Indonesia yang tertarik di bidang teknologi dan sains akan ditantang untuk mempersiapkan diri dengan keterampilan yang relevan. Dalam jangka panjang, perkembangan ini tidak hanya dapat memperluas akses ke teknologi informasi, tetapi juga mengubah cara generasi mendatang menjalani kehidupan sehari-hari serta mempersiapkan mereka untuk segudang peluang baru di dunia yang semakin terglobalisasi.
Jaringan satelit LEO (Low Earth Orbit) merupakan kelompok satelit yang beroperasi di orbit rendah, biasanya di ketinggian 160 hingga 2.000 kilometer di atas permukaan bumi. Mereka dirancang untuk menyediakan layanan komunikasi, termasuk akses internet, dengan latensi yang lebih rendah dibandingkan satelit di orbit yang lebih tinggi. Jaringan LEO penting karena dapat meningkatkan jangkauan internet di daerah terpencil, menjembatani kesenjangan digital antara wilayah urban dan rural.