AI summary
China mempercepat peluncuran konstelasi Guo Wang untuk bersaing dengan Starlink. Proyek Qianfan mengalami kesulitan karena keterbatasan akses ke peluncuran roket milik negara. Keterbatasan sumber daya peluncuran menyebabkan perbedaan dalam prioritas nasional dan ambisi lokal. China sedang berusaha membangun jaringan internet satelit raksasa bernama Guo Wang untuk menyaingi Starlink milik SpaceX. Proyek ini sangat diutamakan oleh pemerintah pusat dengan peluncuran satelit yang sangat cepat dalam beberapa minggu terakhir.Guo Wang adalah konstelasi satelit yang diperkirakan akan memiliki 13.000 satelit dan diharapkan rampung dalam waktu 10 tahun. Hingga saat ini sudah ada 57 satelit yang diluncurkan dengan menggunakan roket Long March milik negara.Di sisi lain, Qianfan yang merupakan proyek satelit lokal dari pemerintah kota Shanghai mengalami kemacetan peluncuran karena sulit mendapatkan jatah roket negara. Mereka sudah menempatkan 90 satelit di orbit tetapi belum ada peluncuran sejak Maret.Untuk mengatasi masalah itu, Qianfan beralih menggunakan jasa perusahaan roket swasta dan sudah mengeluarkan tender besar untuk meluncurkan 94 satelit sebelum Maret tahun depan, dengan nilai kontrak mencapai 1,4 miliar yuan.Kondisi ini menunjukkan adanya ketegangan antara prioritas pemerintah pusat dan ambisi daerah dalam pengembangan teknologi luar angkasa. Kedepannya, peran perusahaan roket swasta akan semakin penting untuk mengisi celah peluncuran satelit di China.
Percepatan peluncuran satelit Guo Wang menunjukkan ambisi nasional China untuk menjadi pemimpin dalam internet luar angkasa, namun hal ini bisa menghambat inovasi dan pertumbuhan proyek lokal seperti Qianfan. Bergantung pada roket swasta bisa membuka peluang baru, tapi juga menimbulkan risiko ketergantungan dan persaingan sumber daya yang ketat.