Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Kegagalan Roket LandSpace Hambat Proyek Satelit Besar China

Sains
Astronomi dan Penjelajahan Luar Angkasa
SCMP SCMP
21 Agt 2025
180 dibaca
2 menit
Kegagalan Roket LandSpace Hambat Proyek Satelit Besar China

Rangkuman 15 Detik

LandSpace mengalami kegagalan roket yang dapat mempengaruhi peluncuran satelit.
Guo Wang dan Qianfan berusaha untuk mengembangkan konstelasi satelit besar di Tiongkok.
Roket Zhuque-2E merupakan langkah maju dalam pengembangan teknologi peluncuran satelit di Tiongkok.
China sedang berupaya membangun jaringan satelit broadband besar untuk menyaingi SpaceX yang telah sukses dengan proyek Starlink. Namun, upaya ini mendapat hambatan serius ketika roket Zhuque-2E buatan perusahaan swasta LandSpace mengalami masalah teknis dan gagal setelah lepas landas dari pusat peluncuran di Jiuquan, Gobi Desert. Roket yang sebelumnya berhasil membawa satelit ke orbit pada penerbangan perdananya pada November lalu ini gagal mengangkut empat satelit eksperimental yang diduga milik jaringan Guo Wang, sebuah proyek satelit negara yang dirancang untuk menyediakan layanan internet broadband dari ruang angkasa di China. Selain mempengaruhi Guo Wang, kegagalan ini juga berpotensi memperlambat proyek Qianfan yang didukung oleh pemerintah Shanghai dan direncanakan memiliki ratusan satelit untuk internet broadband. Proyek Qianfan sebelumnya sudah mengalami keterlambatan, dengan hanya 90 satelit diluncurkan sejauh ini sejak Maret. LandSpace sendiri telah meminta maaf kepada kliennya dan berjanji akan melakukan investigasi transparan untuk memahami penyebab kegagalan roket tersebut. Ini adalah pukulan bagi upaya ambisius China dalam mengembangkan teknologi roket berbahan bakar metana, yang sampai saat ini hanya sedikit perusahaan di dunia yang sukses mengoperasikannya. Kejadian ini menunjukkan bahwa meski China sudah melangkah cepat dalam pengembangan teknologi ruang angkasa, risiko teknis tetap menjadi tantangan besar. Keandalan roket dan peluncuran satelit harus ditingkatkan agar bisa bertahan di pasar global dan memenuhi target deployment ambisius yang telah direncanakan.

Analisis Ahli

Insinyur Antariksa Beijing
Kegagalan ini menunjukkan bahwa teknologi roket berbahan bakar metana masih dalam tahap pengembangan kritis dan memerlukan investigasi mendalam sebelum dapat diandalkan untuk peluncuran komersial berskala besar.