TLDR
CCTE dan BWXT Canada menandatangani kesepakatan fabrikasi untuk teknologi bahan bakar nuklir thorium-uranium. Bundel bahan bakar akan diuji dalam program iradiasi untuk mendukung kualifikasi regulator. Desain bahan bakar bertujuan untuk meningkatkan pemanfaatan bahan bakar dan mengurangi limbah radioaktif. Pomodo.id - Kerjasama antara Clean Core Thorium Energy (CCTE) dan BWXT Canada menandai langkah maju dalam pengembangan teknologi bahan bakar nuklir yang menggunakan thorium-uranium. Perjanjian yang diumumkan di Chicago pada 3 Agustus ini bertujuan untuk menciptakan demonstrasi komersial dari bahan bakar tersebut. Melalui kesepakatan ini, bundel bahan bakar skala penuh akan diproduksi di Canadian Nuclear Laboratories’ Chalk River Laboratories. BWXT Canada akan memasok perangkat keras bundel yang memenuhi syarat, sementara CNL akan memproduksi pelet bahan bakar dan merakit bundel yang representatif untuk iradiasi di reaktor yang beroperasi.Pengaturan ini membagi tugas pembuatan bahan bakar secara jelas antara organisasi yang terlibat. CCTE akan memberikan desain dan spesifikasi bahan bakar, BWXT Canada akan menyuplai komponen melalui program jaminan kualitas yang sudah ada, dan CNL akan merakit pelet dan menyelesaikan perakitan bundel akhir sesuai dengan standar nuklir yang telah ditetapkan. Pembagian tugas ini memungkinkan pengembangan teknologi dari desain bahan bakar yang tervalidasi hingga bundel skala penuh yang siap untuk diujicobakan, serta memberikan akses ke infrastruktur dan keahlian manufaktur Kanada yang digunakan dalam reaktor air berat yang tertekan.Salah satu tantangan yang terkait dengan pengembangan bahan bakar ini adalah pengujian untuk mendapatkan data kinerja yang diperlukan untuk kualifikasi regulatori dan penerapan komersial di seluruh pembangkit nuklir yang kompatibel. Meskipun kemajuan ini menunjukkan potensi besar untuk thorium sebagai bahan bakar alternatif, keberhasilan implementasi teknologi ini di lapangan bergantung pada hasil dari iradiasi yang sukses dan kualifikasi keselamatan yang diperlukan.Kedepannya, langkah pengembangan ini dapat membuka peluang bagi peningkatan produksi energi bersih dan berkelanjutan. Mengingat bahwa thorium memiliki cadangan yang tiga kali lebih banyak dibandingkan uranium dan menawarkan tingkat pemanfaatan bahan bakar yang lebih tinggi, adopsi teknologi berbasis thorium dapat menjadi langkah efektif dalam transisi menuju sumber energi yang lebih ramah lingkungan.
Thorium adalah elemen radioaktif yang lebih melimpah di kerak bumi dibandingkan uranium. Dalam konteks energi, thorium diharapkan menjadi sumber bahan bakar alternatif yang aman dan efisien untuk reaktor nuklir. Salah satu kekeliruan umum adalah bahwa thorium tidak dapat digunakan secara langsung sebagai bahan bakar, dan harus diubah menjadi uranium untuk digunakan. Namun, beberapa teknologi baru, termasuk yang dikembangkan oleh CCTE, memungkinkan penggunaan thorium lebih efisien dan langsung dalam pembangkit listrik.
Karena keterlibatan dan kemajuan ini, Indonesia bisa mendapatkan pelajaran dari inisiatif Kanada. Dengan potensi sumber daya thorium yang belum sepenuhnya dieksplorasi, kerja sama internasional dalam bidang energi nuklir yang bersih dapat menghadirkan solusi untuk diversifikasi sumber energi di masa depan.