TLDR
Pengguna Coldcard harus segera memindahkan Bitcoin mereka untuk menghindari kerugian akibat eksploitasi yang sedang berlangsung. Masalah keamanan berasal dari firmware yang telah ada sejak 2021 yang membiarkan kunci tunggal mengontrol dana tanpa persetujuan kedua. Penggunaan opsi dadu pada Coldcard memberikan tingkat keamanan tambahan karena kunci dibangun dari hasil fisik yang diacak. Pomodo.id - Pengguna dompet Coldcard dihadapkan pada situasi yang mendesak. Pengembang dompet Coldcard telah meminta pengguna untuk segera memindahkan bitcoin mereka, dengan mengonfirmasi bahwa eksploitasi yang telah menguras hingga $114 juta dari dompet yang dikelola sendiri masih berlangsung. Coinkite, perusahaan di balik Coldcard, menyarankan agar pengguna memperlakukan peringatan ini sebagai sangat mendesak dan mengambil tindakan segera untuk memigrasikan dana mereka. Memindahkan dana adalah langkah yang harus dilakukan secara manual dan paling kritis bagi mereka yang menggunakan model Mk3 yang diatur pada firmware 4.0.1 atau yang lebih baru.Dalam beberapa hari terakhir, laporan menunjukkan bahwa lebih dari 1.082 bitcoin, senilai sekitar $70 juta, telah hilang akibat eksploitasi ini. Penyerang memanfaatkan kesalahan dalam firmware Coldcard yang sudah ada sejak Maret 2021, yang menurunkan keacakan yang digunakan untuk menghasilkan kata sandi pemulihan. Hasilnya, penyerang dapat mendapatkan akses ke kunci pribadi dan menguras dana tanpa perlu mengakses perangkat secara fisik. Rangkaian transaksi mencurigakan terjadi dengan cepat, di mana 594 BTC hilang dalam waktu 25 menit dan kemudian diperluas menjadi 1.082,65 BTC selama sekitar 41 menit dari 1.196 alamat.
Coldcard adalah dompet perangkat keras yang dirancang khusus untuk menyimpan bitcoin. Dompet ini memungkinkan pengguna untuk mengelola aset digital mereka secara mandiri dan aman. Banyak pengguna mengira bahwa dompet perangkat keras sepenuhnya bebas dari risiko, namun peristiwa terbaru ini menunjukkan bahwa bahkan perangkat yang dianggap aman dapat mengalami kerentanan. Penting bagi pengguna Coldcard untuk menyadari bahwa jika mereka membuat kunci pemulihan pada model yang terpengaruh, mereka harus segera memindahkan dana mereka ke dompet lain.
Meskipun Coinkite telah mengakui kesalahan tersebut dan merilis pembaruan firmware darurat, tetap ada ketidakpastian tentang seberapa banyak aset yang masih terancam. Pembaruan firmware tidak dapat sepenuhnya menghilangkan risiko yang ada, sehingga memperjelas bahwa pengguna harus tetap waspada dan mencari cara untuk melindungi diri mereka. Changpeng Zhao, pendiri Binance, merekomendasikan pemilik cryptocurrency untuk membagi dana mereka ke dalam beberapa dompet guna meminimalkan risiko lebih lanjut.Saling melindungi di antara pengguna di komunitas cryptocurrency adalah permasalahan yang juga penting, di mana orang-orang yang kurang aktif online mungkin tidak menerima informasi ini tepat waktu. Oleh karena itu, tidak hanya tindakan individu yang diperlukan, tetapi juga tanggung jawab kolektif untuk memperingatkan pengguna lain tentang potensi bahaya ini. Perkembangan ini menunjukkan pentingnya kesadaran dan pendidikan dalam menggunakan teknologi dompet digital, terutama di tengah risiko keamanan yang terus berkembang.Mengingat situasi ini, sangatlah krusial bagi pemilik Coldcard di berbagai negara, termasuk Indonesia, untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan demi melindungi aset mereka dari potensi pencurian lebih lanjut. Kemandirian dalam mengelola dan mengamankan investasi cryptocurrency harus menjadi prioritas utama, mengingat rentannya teknologi dalam menghadapi serangan siber yang semakin canggih.