TLDR
Penelitian menggunakan AI dapat meningkatkan deteksi pasien berisiko kardiak mendadak. AI berhasil mengidentifikasi fitur baru pada EKG yang berhubungan dengan risiko kematian jantung. Validasi lebih lanjut diperlukan sebelum penerapan klinis rutin dari temuan ini. Pomodo.id - AI baru dalam dunia medis menunjukkan potensi untuk meningkatkan deteksi risiko kematian jantung mendadak (SCD) dengan cara yang lebih akurat dibandingkan teknik yang selama ini digunakan seperti ekokardiogram. SCD merupakan masalah serius yang menyumbang sekitar 10-15% dari seluruh kematian di dunia, dengan lebih dari 300.000 kematian terjadi setiap tahun di AS. Teknologi ini berpotensi membantu mengidentifikasi pasien yang membutuhkan alat defibrillator cardioverter implan (ICD), sebuah perangkat yang ditanam di dada untuk memberikan pengobatan listrik saat jantung berhenti berdenyut, sehingga memberikan waktu bagi pasien untuk mendapatkan perawatan darurat.Sistem AI baru ini memiliki kemampuan untuk menganalisa data dengan efisiensi yang lebih tinggi. Sebelumnya, ekokardiogram digunakan sebagai alat screening utama untuk menilai risiko SCD, terutama dengan mengukur "fraksi ejeksi ventrikel kiri". Hasil yang menunjukkan nilai rendah pada pengukuran ini mengindikasikan risiko SCD sekitar 4,6% dalam waktu satu tahun ke depan, menjadikannya kandidat yang baik untuk pemasangan ICD. Namun, ekokardiogram ternyata tidak selalu akurat dan tidak dapat diandalkan sepenuhnya dalam menentukan pasien yang benar-benar membutuhkan intervensi pembedahan ini, yang berarti ada kemungkinan pasien yang tidak akan mendapatkan manfaat dari ICD tetap menjalani prosedur tersebut, yang membawa risiko komplikasi.Meskipun ada potensi besar pada teknologi ini, tantangan tetap ada. Pendekatan berbasis ekokardiogram merupakan langkah awal yang penting dalam deteksi SCD, namun keterbatasan akurasi membuat pentingnya penelitian lebih lanjut terhadap teknologi AI. Ketidakpastian dalam kemampuan ekokardiogram untuk mengenali semua individu yang berisiko menciptakan kebutuhan untuk alat diagnostik yang lebih canggih dan khusus.
Defibrillator Cardioverter Implan (ICD)
Alat defibrillator cardioverter implan (ICD) adalah perangkat medis yang ditanam di bawah kulit dan digunakan untuk mengobati gangguan irama jantung yang dapat mengarah pada kematian mendadak. Alat ini memberikan stimulasi listrik untuk mengembalikan irama jantung normal saat mengalami aritmia. Penting untuk diperhatikan bahwa tidak semua pasien dengan risiko tinggi SCD memerlukan ICD; penilaian yang akurat sangat penting untuk menghindari komplikasi dari prosedur operasi yang tidak perlu.
Pengembangan dalam penggunaan AI untuk deteksi dini risiko SCD dapat mengubah cara sistem medis mendiagnosis dan merawat pasien tersebut. Harapan ini membawa potensi untuk menurunkan angka kematian akibat SCD, yang sudah merupakan masalah kesehatan yang signifikan hingga saat ini. Kedalaman analisa dan data yang didapat dari sistem AI tidak hanya membantu dalam pencegahan, tetapi juga menempatkan tenaga medis dalam posisi yang lebih baik untuk membuat keputusan yang tepat terkait perawatan pasien. Dengan perkembangan ini, harapan untuk mengurangi kematian mendadak di sektor kesehatan semakin dekat.