TLDR
Hiu basking mungkin tidak hanya mengandalkan energi yang disimpan saat bermigrasi, tetapi juga aktif mencari makanan di zona mesopelagik. Pola migrasi dan perilaku makan hiu basking menunjukkan hubungan yang erat antara ekosistem permukaan dan kedalaman laut. Perlindungan hiu basking berpotensi berkontribusi pada pemahaman yang lebih baik tentang aliran energi dalam ekosistem laut secara keseluruhan. Pomodo.id - Hiu basking, yang dikenal dengan nama ilmiah Cetorhinus maximus, merupakan spesies hiu terbesar kedua di dunia, setelah hiu paus. Sebagai penyaring makanan, hiu ini beradaptasi dengan cara bergerak di lautan seolah-olah ia adalah bufet yang bergerak, menyaring plankton dan organisme kecil lainnya saat ia melintasi perairan. Dalam penelitian terbaru, hiu basking terbukti tidak hanya mengandalkan makanan yang tersedia di permukaan, tetapi juga mengeksplorasi kedalaman laut yang gelap selama migrasi mereka. Penemuan ini muncul dari kerja penelitian menggunakan teknologi pelacakan satelit yang dilakukan oleh seorang kandidat PhD, Jaida N. Elcock, di Massachusetts Institute of Technology dan Woods Hole Oceanographic Institution Joint Program.Selama ini, para ilmuwan beranggapan bahwa hiu basking umumnya adalah opportunis permukaan selama migrasi mereka. Mereka dianggap memanfaatkan perairan dingin yang kaya nutrisi sebelum beralih ke daerah yang lebih hangat dan kurang produktif, di mana cadangan energi menjadi hal utama. Namun, bukti baru menunjukkan bahwa hiu ini mampu bertahan dan mencari makan di kedalaman laut yang tidak produktif, memperlihatkan perilaku yang lebih kompleks daripada yang sebelumnya dipahami. Mereka bisa menjelajahi jarak ribuan kilometer dari perairan dangkal yang biasa mereka tempati, dan menemukan lingkungan baru yang menarik meskipun dalam kondisi yang sangat berbeda.Berdasarkan data pelacakan satelit, hiu basking dapat meninggalkan area yang kaya akan makanan untuk memasuki zona yang lebih dalam dan gelap, di mana banyak yang percaya bahwa kehidupan laut cukup jarang. Ini menunjukkan bahwa pengetahuan kita tentang ekosistem laut dalam perlu ditinjau ulang, karena ternyata bisa jadi tempat yang lebih kaya akan kehidupan daripada yang diperkirakan. Keberadaan hiu ini di kedalaman menunjukkan bahwa mereka mungkin mencari jenis makanan lain atau terlibat dalam perilaku sosial yang belum diketahui sebelumnya.Penemuan ini dapat mengubah pemahaman kita tentang ekosistem laut dalam dan bagaimana spesies seperti hiu basking berinteraksi dengan lingkungan mereka. Mengingat perilaku ini, mungkin penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memahami sepenuhnya bagaimana hiu-panduan seperti ini beradaptasi dan berperan dalam menjaga keseimbangan ekosistem laut. Lebih dari itu, kita juga berpotensi menciptakan strategi konservasi yang lebih efektik dengan pemahaman yang lebih tepat tentang kebutuhan makanan dan habitat hiu basking.
Hiu basking, atau Cetorhinus maximus, adalah spesies hiu terbesar kedua yang dikenal sebagai penyaring makanan. Hiu ini dapat tumbuh hingga lebih dari 10 meter dan berperan penting dalam ekosistem laut dengan menyaring plankton. Salah satu salah paham umum tentang hiu ini adalah bahwa mereka hanya aktif di permukaan; terbaru mereka ditemukan juga menjelajah kedalaman untuk mencari makanan, menunjukkan bahwa lautan dalam mungkin lebih vital bagi mereka dan daftar spesies lain dari yang kita pahami.
Perilaku baru yang terungkap ini berimplikasi pada pengelolaan dan konservasi hiu basking, terutama dalam konteks perubahan iklim yang dapat memengaruhi pola migrasi mereka. Dengan mengetahui bahwa hiu ini tidak terbatasi hanya di permukaan, kita perlu mempertimbangkan pengaruh lingkungan laut yang lebih dalam dan bagaimana kita dapat melindungi habitat mereka untuk memastikan keberlanjutan spesies ini di masa depan.