TLDR
Penemuan amber tertua mengubah pemahaman tentang asal-usul resin tanaman. Resin telah diproduksi oleh tumbuhan purba sejak 385 juta tahun yang lalu. Penelitian ini menunjukkan bahwa tumbuhan telah mengembangkan mekanisme perlindungan jauh sebelum munculnya herbivora. Pomodo.id - Penemuan yang baru-baru ini dilakukan oleh ilmuwan Tiongkok telah mengubah pemahaman kita tentang asal-usul resin tanaman di Bumi. Mereka menemukan bahwa tanaman purba sudah dapat memproduksi resin pelindung tersebut 385 juta tahun yang lalu, jauh lebih awal daripada yang diperkirakan sebelumnya, yaitu sekitar 320 juta tahun yang lalu. Penemuan ini dilakukan di wilayah Xinjiang, yang terkenal di barat laut China, di mana terdapat bekas jalur pertemuan lempeng tektonik, sehingga menjadi lokasi penting untuk kajian geologi dan paleontologi.Tim peneliti yang dipimpin oleh Luo Cihang dari Akademi Ilmu Pengetahuan China menemukan bahwa potongan kecil amber, yang berfungsi sebagai jaminan bahwa resin tersebut ada, tersimpan dalam lapisan batu bara di West Junggar. Penemuan ini tidak hanya memperpanjang catatan sejarah anggaran umur amber dengan sekitar 65 juta tahun, tetapi juga menunjukkan bahwa resin tanaman yang mampu melindungi diri mereka telah ada jauh sebelum sebagian besar kelompok hewan muncul. Ini bertentangan dengan asumsi lama yang menyatakan bahwa amber tertua berasal dari periode Karbon Akhir.Dalam penelitian yang dipublikasikan di jurnal Science Advances pada 15 Juli, para ilmuwan awalnya skeptis ketika mereka menemukan ratusan potongan mikroskopis yang tampaknya merupakan amber yang terawetkan di dalam batu bara. Setelah mengumpulkan data dan melakukan analisis kimia, mereka menemukan bahwa potongan-potongan amber tersebut berasal dari periode Devonium Pertengahan yang berlangsung antara 393 juta hingga 383 juta tahun yang lalu.
Resin tanaman adalah zat kental yang dihasilkan oleh beberapa spesies tanaman sebagai bentuk pertahanan terhadap serangan hama dan penyakit. Meskipun sering diasosiasikan dengan pohon-pohon modern, penemuan ini menunjukkan bahwa mekanisme pertahanan ini telah ada selama lebih dari 385 juta tahun. Hal ini mengoreksi anggapan bahwa produksi resin hanya dimungkinkan setelah munculnya hewan herbivora. Dengan adanya resin ini, notasi perilaku adaptasi tanaman terhadap lingkungan mereka menjadi lebih jelas, menandai salah satu langkah awal dalam evolusi mekanisme pertahanan alam.
Meskipun penemuan tersebut mengungkapkan bahwa tanaman purba sudah berpikir secara "evolusi" dengan menghasilkan resin pelindung, para peneliti juga menyadari bahwa penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk memahami sepenuhnya dampak dari resin tersebut dalam hubungan ekosistem di masa lalu. Mengetahui bahwa tanaman telah beradaptasi dengan cara ini jauh sebelum banyak spesies hewan modernos muncul, memberi penjelasan yang lebih dalam tentang bagaimana kekayaan keanekaragaman hayati di Bumi berkembang.Temuan ini mengisyaratkan bahwa kita mungkin berada pada awal pemahaman baru mengenai interaksi antara tanaman dan hewan purba, serta bagaimana tanaman berevolusi untuk bertahan hidup dan berkembang di lingkungan prasejarah yang menantang. Mempelajari amber yang berumur lebih dari 385 juta tahun dapat membuka jalan untuk penelitian lebih lanjut mengenai evolusi tanaman dan dampaknya terhadap ekosistem serta fauna yang ada saat itu. Sebuah langkah maju dalam paleontologi ini juga menekankan perlunya kita memperdalam kajian mengenai senyawa organik dan resins yang dihasilkan oleh alam.