TLDR
Kebakaran hutan di Kanada sebagian besar disebabkan oleh emisi karbon dari tanah, bukan hanya dari pohon. Manajemen hutan yang lebih baik saja tidak cukup untuk mengatasi masalah karbon yang tersimpan di tanah gambut. Perubahan iklim menyebabkan kondisi yang lebih kering, yang membuat tanah gambut menjadi lebih rentan terhadap kebakaran. Pomodo.id - Kebakaran hutan yang terjadi di Kanada pada tahun 2023 telah menciptakan dampak serius bagi perubahan iklim global, terutama melalui pelepasan emisi karbon dari sumber yang sering kali tidak dipahami publik. Studi terbaru yang dilakukan oleh McMaster University menunjukkan bahwa sekitar 76% dari emisi karbon yang dihasilkan selama musim kebakaran hutan yang mencatat rekor tersebut bukan berasal dari pohon atau vegetasi di permukaan, melainkan dari karbon yang tersimpan di dalam tanah hutan selama beberapa dekade, bahkan ada yang sudah berabad-abad. Penemuan ini menantang pandangan umum yang menganggap bahwa kebakaran hutan hanya masalah manajemen pohon.Pelepasan karbon dioksida yang dihasilkan oleh kebakaran hutan Kanada juga sangat signifikan, berjumlah sekitar 554 juta ton. Angka ini setara dengan emisi tahunan dari banyak negara industri. Kebakaran ini bukan sekadar fenomena yang disebabkan oleh kebijakan pengelolaan hutan yang buruk, seperti yang pernah dinyatakan oleh tokoh-tokoh politik, tetapi lebih kepada kondisi ekologis dan geologis yang mendasari. Kebakaran hutan ini memperlihatkan kompleksitas suatu ekosistem, di mana tanah yang kaya akan penyimpanan karbon dapat terbakar, memberikan kontribusi besar terhadap perubahan iklim.Meskipun ada tekanan untuk meningkatkan pengelolaan hutan, seperti mengurangi bahan bakar yang dapat terbakar dengan memangkas pepohonan dan menghilangkan ranting kering, hal tersebut tidak menyelesaikan permasalahan mendasar. Penyimpanan karbon yang terkandung di dalam tanah justru menjadi fokus utama yang tidak banyak dibahas. Banyak percakapan publik tentang kebakaran hutan tetap berkutat pada asumsi dasar bahwa pohon adalah elemen kunci dalam kebakaran ini, padahal yang terbakar secara substansial adalah karbon yang terakumulasi di dalam tanah.
Underground Carbon Stores
Underground carbon stores adalah simpanan karbon yang terdapat di dalam tanah hutan, yang sangat penting bagi ekosistem. Pada kebakaran hutan, karbon ini ikut terbakar, dan konversi dari karbon yang tersimpan ini ke dalam bentuk gas karbon dioksida menyumbang angka yang besar terhadap emisi global. Kesalahpahaman umum adalah bahwa hanya vegetasi permukaan yang penting dalam konteks kebakaran hutan, padahal sebagian besar emisi serius berasal dari lapisan hati tanah. Hal ini menunjukkan perlunya pendekatan yang lebih holistik dalam pengelolaan hutan.
Keberlanjutan dari sistem hutan dan pengelolaan harus memperhitungkan potensi untuk melepaskan emisi karbon jangka panjang dari tanah, bukan hanya memfokuskan pada pengelolaan vegetasi. Strategi untuk mengatasi perubahan iklim harus mencakup pemahaman dan pemulihan tutupan tanah yang dapat mengurangi risiko emisi karbon di masa depan. Dengan meningkatnya frekuensi dan intensitas kebakaran hutan akibat perubahan iklim, penting bagi kebijakan dan tindakan keberlanjutan lingkungan untuk beradaptasi dengan temuan ini.Sebagai langkah ke depan, peneliti dan pembuat kebijakan harus memprioritaskan studi tentang penyimpanan karbon bawah tanah dan dampaknya terhadap perubahan iklim. Kegagalan untuk melakukan hal ini hanya akan menambah masalah yang dihadapi dunia dalam konteks mitigasi efek buruk perubahan iklim, dengan kebakaran hutan yang semakin parah dan banyaknya karbon yang terlepas ke atmosfer. Apabila tidak ditangani dengan seri tanpa adanya pemahaman yang jelas tentang apa yang terbakar dalam situasi seperti ini, dampaknya bisa lebih jauh melampaui apa yang telah terjadi di Kanada.