TLDR
Pinniped adalah satu-satunya mamalia yang memiliki pendengaran baik di atas dan di bawah air. Evolusi pendengaran amfibi terjadi sekitar 26 juta tahun yang lalu, menunjukkan pentingnya pendengaran akurat untuk kelangsungan hidup mereka. Teknik pemindaian mikro-CT digunakan untuk mempelajari telinga pinniped dan nenek moyang mereka, memberikan wawasan baru tentang evolusi mereka. Pomodo.id - Evolusi pendengaran amfibious pinniped memberikan wawasan yang menarik tentang kemampuan luar biasa mamalia ini dalam mendengar baik di darat maupun di dalam air. Seals, sea lions, dan walruses adalah kelompok pinniped yang memiliki kemampuan pendengaran yang sangat baik, sebuah keuniukan yang muncul sekitar 26,7 juta tahun yang lalu. Kemampuan ini merupakan suatu "superpower" yang menjadikan pinniped satu-satunya mamalia yang dapat mendengar efektif di kedua medium tersebut, yang dijelaskan oleh James Rule, seorang paleontolog vertebrata dari Monash University.Pendengaran pada manusia terhalang oleh desain telinga tengah yang terisi udara, yang menguntungkan di daratan tetapi menjadi hambatan di bawah air. Air memiliki kerapatan lebih dari 800 kali lipat dibandingkan udara, membuat gelombang suara tidak dapat bergerak efektif ke telinga manusia. Hanya kurang dari 1 persen suara di bawah air yang dapat mencapai telinga kita. Sebaliknya, telinga pinniped memiliki jaringan kavitasi spongy yang dapat mengisi darah saat menyelam. Desain ini membantu mereka melakukan penyetaraan tekanan, yang memungkinkan mereka mendengar suara dengan lebih jelas dan mengidentifikasi sumber suara.Untuk memahami evolusi telinga pinniped, Rule dan timnya melakukan pemindaian mikro-CT pada 217 spesimen telinga dari 119 spesies mamalia yang terdapat di museum-museum di seluruh dunia. Pemindaian ini memberikan gambaran 3D mendetail yang menunjukkan bagaimana telinga pinniped beradaptasi untuk mendengar baik di daratan maupun di dalam air.
Pinnipeds adalah kelompok mamalia yang mencakup seals, sea lions, dan walruses, dan mereka terkenal karena kemampuan pendengarannya yang luar biasa. Keberadaan jaringan telinga yang mengandung darah memungkinkan mereka melakukan penyesuaian tekanan saat menyelam, memperbaiki kemampuan pendengarannya di bawah air, yang tidak dimiliki oleh mamalia lainnya. Hal ini sangat penting untuk kelangsungan hidup mereka di lingkungan yang berubah-ubah, membuktikan adaptasi yang sangat efektif dalam evolusi.
Meskipun kemampuan pendengaran ini mengesankan, ada kekurangan yang dapat menjadi tantangan bagi pinniped. Misalnya, tidak semua suara di bawah air dapat diproses dengan jelas, dan mereka mungkin juga mengalami kesulitan dalam mendeteksi suara tertentu karena kepadatan air yang berbeda. Adaptasi ini perlu dipertahankan agar pinniped dapat bertahan hidup seiring dengan meningkatnya perubahan lingkungan.Melihat ke depan, kemampuan pendengaran ini tidak hanya penting untuk kelangsungan hidup pinniped tetapi juga memiliki implikasi bagi ekosistem lautan. Keterampilan mereka dalam mendeteksi suara dapat memberikan wawasan tentang interaksi mereka dengan spesies lain dan dengan lingkungan. Seiring dengan penelitian lebih lanjut, potensi untuk memahami lebih dalam tentang kehidupan akuatik dan dampaknya terhadap kesehatan ekosistem menjadi lebih jelas. Penemuan ini juga bisa jadi titik awal untuk pendekatan baru dalam penelitian dan konservasi mamalia laut ini, yang memainkan peran penting dalam regulasi ekosistem laut.