Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Fosil Paus Unik Ditemukan Di Victoria: Predator Laut Purba Terungkap

Sains
Iklim dan Lingkungan
News Publisher
13 Agt 2025
1177 dibaca
2 menit
Fosil Paus Unik Ditemukan Di Victoria: Predator Laut Purba Terungkap

TLDR

Penemuan fosil Janjucetus dullardi menunjukkan tahap awal evolusi paus baleen.
Fosil ini memberikan wawasan penting tentang bagaimana paus prasejarah berburu dan beradaptasi.
Kontribusi dari masyarakat sangat berharga dalam penelitian ilmiah dan penemuan fosil.
Pada tahun 2019, seorang warga lokal bernama Ross Dullard menemukan fosil bagian kepala paus di Pantai Surf, Victoria. Penemuan ini kemudian diserahkan ke Museums Victoria untuk penelitian lebih lanjut. Fosil tersebut termasuk dalam spesies baru yang dinamai Janjucetus dullardi sebagai penghormatan kepada penemunya.Janjucetus dullardi adalah paus kecil yang hidup sekitar 26 juta tahun lalu, jauh sebelum paus balin modern berkembang. Berbeda dengan paus balin yang ramah dan menggunakan jaringan penyaring untuk makanan, Janjucetus merupakan predator aktif dengan gigi tajam yang digunakan untuk menangkap mangsa, serta memiliki mata besar yang menunjang penglihatan tajam.Fosil ini sangat penting karena tidak hanya menunjukkan gigi tajam tetapi juga struktur telinga bagian dalam secara rinci. Studi dengan teknologi MicroCT mengungkapkan bagaimana Janjucetus mungkin menggunakan pendengaran dan penglihatan untuk berburu di laut purba. Ini membantu ilmuwan memahami kemampuan sensorik paus purba.Penemuan fosil ini merubah pandangan tentang evolusi paus balin, yang percaya sebelumnya sebagai makhluk yang selalu menggunakan filter makanan. Janjucetus membuktikan bahwa nenek moyang paus balin sebenarnya adalah predator aktif dengan gaya berburu yang lebih mirip hiu kecil. Keberadaan fosil ini juga menegaskan pentingnya wilayah Victoria sebagai lokasi penggalian fosil paus purba.Para ahli percaya penelitian tentang fosil ini dapat membantu memprediksi bagaimana mamalia laut akan merespon perubahan iklim saat ini, mengingat fosil Janjucetus ditemukan dari periode hangat dengan kenaikan permukaan laut. Diharapkan penemuan-penemuan lain akan terus terjadi di kawasan ini untuk memperkaya pengetahuan tentang evolusi laut.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.