TLDR
Kain yang dibuat dari Cordyceps militaris dapat membersihkan dan memperbaiki dirinya sendiri. Material ini dapat terurai dalam 41 hari, menjadikannya ramah lingkungan. Penelitian ini membuka peluang untuk fashion daur ulang dan kemasan biodegradable. Pomodo.id - Kain yang terbuat dari jamur dapat membersihkan dan memperbaiki dirinya sendiri, menawarkan potensi besar untuk fashion yang ramah lingkungan dan kemasan yang dapat terurai. Para ilmuwan di Shenzhen Institutes of Advanced Technology telah mengembangkan metode untuk menciptakan bahan hidup yang dapat direkayasa (engineered living materials/ELMs) menggunakan jamur yang dikenal sebagai Cordyceps militaris. Jamur ini, yang juga dikenal sebagai jamur ulat, memiliki kemampuan untuk membentuk struktur berbentuk serat yang berfungsi dalam pembuatan kain.Studi yang dipublikasikan baru-baru ini menunjukkan bahwa kain ini tidak hanya dapat disesuaikan, seperti penambahan warna atau perlindungan dari sinar ultraviolet (UV), tetapi juga memiliki tingkat keberlanjutan yang tinggi. Penilaian lingkungan menyatakan bahwa kain ini dapat terurai dalam jangka waktu 41 hari. Hal ini menandakan bahwa material ini memiliki potensi untuk mendukung praktik fashion sirkular, di mana pakaian didesain untuk dapat digunakan kembali atau didaur ulang.Namun, ada tantangan yang dihadapi dalam pengembangan material ini. Salah satu kendala utama adalah kesulitan dalam skala pengembangan sel mikroorganisme menjadi struktur yang besar, tahan lama, dan tetap hidup serta fungsional. Meskipun ada kemajuan yang signifikan dalam penelitian ini, masih diperlukan upaya tambahan untuk menjamin performa kain ketika digunakan dalam kondisi praktis sehari-hari.Implikasi dari pengembangan kain jamur ini sangat besar untuk masa depan industri fashion. Dengan meningkatnya kesadaran akan masalah lingkungan dan dampak dari limbah tekstil, kain ini dapat menjadi solusi inovatif. Produksi bahan ini dapat mengurangi ketergantungan pada bahan baku yang tidak terbarukan dan meminimalisir jumlah limbah yang dihasilkan, seiring dengan upaya berkelanjutan menuju fashion yang lebih ramah lingkungan.
Cordyceps militaris adalah jenis jamur yang dikenal karena kemampuannya untuk tumbuh pada larva serangga, utamanya ulat. Jamur ini digunakan secara luas dalam pengobatan tradisional Tiongkok, berkat manfaat kesehatannya. Dengan penelitian modern, keberadaan jamur ini sebagai bahan baku kain telah dibuktikan memberikan sifat unik yang penting untuk pengembangan material ramah lingkungan. Sayangnya, sering kali orang menganggap semua jamur berbahaya, padahal banyak jenis jamur, termasuk Cordyceps, memiliki manfaat yang signifikan di berbagai bidang, termasuk kesehatan dan keberlanjutan.
Secara keseluruhan, kain yang dapat membersihkan dan memperbaiki diri dari jamur ini memperlihatkan potensi inovatif dalam menciptakan produk-produk fashion yang tidak hanya menarik tetapi juga bertanggung jawab terhadap lingkungan. Sejalan dengan tujuan global menciptakan solusi yang lebih berkelanjutan, penerapan teknologi dan penelitian lebih lanjut dalam bidang ini diharapkan dapat membawa perubahan positif dalam cara kita menggunakan dan mengelola sumber daya di industri fashion.