Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

AS Batasi Masa Studi Mahasiswa Internasional Maksimal 4 Tahun, Dampak Besar Terhadap Pendidikan

Sains
Fisika dan Kimia
News Publisher
24 Jul 2026
92 dibaca
3 menit
AS Batasi Masa Studi Mahasiswa Internasional Maksimal 4 Tahun, Dampak Besar Terhadap Pendidikan

TLDR

Mahasiswa internasional di AS kini dibatasi hanya empat tahun untuk menyelesaikan studi mereka.
Peraturan baru ini dapat mengurangi kualitas program PhD dan mengakibatkan penurunan jumlah mahasiswa internasional.
Kebijakan ini bertujuan untuk mengatasi penyalahgunaan visa, tetapi dapat membahayakan kontribusi ilmiah di AS.
Pomodo.id - AS Batasi Masa Studi Mahasiswa Internasional Maksimal 4 Tahun, Dampak Besar Terhadap PendidikanBerdasarkan kebijakan baru yang akan mulai berlaku pada 15 September, mahasiswa internasional di institusi akademik AS hanya diperbolehkan untuk menyelesaikan masa studi maksimal selama empat tahun. Kebijakan ini dikeluarkan oleh Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS) dan merupakan perubahan signifikan dari sistem yang ada sebelumnya, di mana mahasiswa dapat tinggal sesuai dengan durasi program akademik mereka. DHS mengklaim bahwa langkah ini bertujuan untuk mengatasi penyalahgunaan visa yang luas dan memulihkan integritas sistem imigrasi negara tersebut.Kebijakan ini berlaku khusus untuk pemegang visa F-1, yang diperuntukkan bagi mahasiswa internasional yang ingin melanjutkan studi di AS. Di tahun akademik 2024-2025, terdapat sekitar 488.000 mahasiswa internasional di tingkat pascasarjana. Sebelum kebijakan ini diterapkan, mahasiswa dapat memperpanjang izin tinggal mereka berdasarkan kebutuhan studi mereka. Namun, dengan adanya batasan baru ini, para mahasiswa diharuskan untuk menyelesaikan studi dalam waktu yang ditentukan atau mencari perpanjangan yang diizinkan oleh pemerintah.
F-1 Visa
F-1 visa adalah jenis visa non-imigran yang memungkinkan individu dari negara lain untuk belajar di Amerika Serikat. Visa ini diperlukan bagi mahasiswa internasional, dan dengan adanya batas waktu empat tahun, akan ada dampak besar terhadap komposisi mahasiswa internasional di AS. Banyak yang berpendapat bahwa kebijakan ini akan mengurangi jumlah mahasiswa yang berpendidikan tinggi di negara tersebut, serta mengurangi kemungkinan penelitian yang berkualitas dalam program doktoral.
Namun, terdapat batasan lain dalam kebijakan ini. Mahasiswa pascasarjana yang memegang visa F-1 juga dilarang pindah ke program lain atau beralih institusi tanpa izin. Ketentuan ini berpotensi menghambat mobilitas akademik, yang dapat berdampak negatif pada pengalaman pendidikan mahasiswa internasional. Selain itu, dengan rata-rata waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan program doktoral di AS dalam bidang sains atau teknik adalah 5,6 tahun, penetapan batas waktu ini dapat menyebabkan penurunan kualitas program-program tersebut.Dampak dari kebijakan ini diharapkan akan menyusut dalam pelaksanaan program doktoral, yang selama ini bergantung pada kedatangan mahasiswa internasional sebagai bagian dari komunitas akademis yang lebih luas. Pembatasan waktu ini dikhawatirkan akan mengurangi daya tarik AS sebagai tujuan studi bagi pelajar internasional, yang pada gilirannya dapat mengurangi keragaman akademis dan inovasi yang dibawa oleh mahasiswa internasional ke dalam sistem pendidikan tinggi negara itu.Ke depan, kebijakan baru ini akan memiliki implikasi luas terhadap pendidikan tinggi di AS. Dengan semakin banyaknya mahasiswa internasional yang terpengaruh, terbatasnya waktu studi mereka mungkin akan mengarah pada peningkatan jumlah lulusan yang tidak terampil dengan baik, dan dengan itu mengurangi daya saing lulusan AS di pasar kerja global. Hal ini mungkin menciptakan iklim di mana penelitian dan pengembangan sains serta teknologi di AS berisiko tergerus.Artikel ini disintesis dari 1 sumber.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.