AI summary
Kenaikan biaya visa H-1B dapat mengurangi jumlah tenaga kerja asing di universitas dan institusi penelitian. Universitas khawatir kebijakan ini akan merugikan penelitian dan pendidikan di bidang STEM. Kebijakan imigrasi yang ketat dapat mengakibatkan kesulitan dalam menarik talenta internasional yang diperlukan. Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada 19 September mengumumkan rencana untuk menaikkan biaya visa H-1B bagi pekerja asing terampil menjadi 100.000 dolar AS per aplikasi. Visa H-1B digunakan oleh para peneliti pascadoktoral, profesor, dan ilmuwan dalam bidang sains dan teknologi untuk bekerja di AS.Kebijakan ini bertujuan mengurangi jumlah tenaga kerja asing dan melindungi pekerjaan warga negara AS yang bekerja di bidang STEM. Namun, kenaikan biaya ini dapat membuat institusi pendidikan dan riset kesulitan merekrut tenaga ahli dari luar negeri karena biaya yang sangat tinggi.Hingga kini belum ada kejelasan apakah universitas dan lembaga riset akan dikecualikan dari aturan biaya baru ini. Beberapa pakar dan organisasi pendidikan menyatakan bahwa biaya tinggi ini hampir pasti membuat banyak riset dan kursus STEM terpaksa dibatalkan atau tidak berjalan lancar.Dampak yang ditimbulkan mereka nilai sangat besar, terutama karena lebih dari 56 persen peneliti pascadoktoral di AS menggunakan visa sementara. Solusi tanpa pengecualian dapat merusak posisi Amerika Serikat sebagai pemimpin dalam inovasi ilmu pengetahuan dan teknologi.Kebijakan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah AS yang lebih luas untuk membatasi imigrasi dan fokus pada pekerjaan warga lokal, termasuk langkah untuk mencabut visa mahasiswa asal China di bidang-bidang penting. Situasi ini menimbulkan banyak kekhawatiran tentang masa depan riset dan pendidikan di AS.
Kebijakan ini tampak seperti langkah populis yang mengabaikan pentingnya globalisasi dalam dunia riset dan inovasi. Dengan membebani biaya visa secara drastis, AS justru berisiko kehilangan talenta terbaik dunia yang selama ini menjadi kekuatan utama keunggulan ilmiahnya.