Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Kaku! Pengelolaan Batu Bara Hambat Pemanfaatan Energi Terbarukan Di China

Sains
Iklim dan Lingkungan
News Publisher
04 Jun 2026
499 dibaca
3 menit
Kaku! Pengelolaan Batu Bara Hambat Pemanfaatan Energi Terbarukan Di China

TLDR

Pengelolaan jaringan listrik yang inflexible menghambat pemanfaatan energi terbarukan di China.
Krisis Selat Hormuz memperburuk ketergantungan China pada bahan bakar fosil seperti batu bara dan gas.
China memiliki kapasitas energi terbarukan yang besar, namun kurang dimanfaatkan akibat manajemen sistem listrik yang tidak memadai.
# Kaku! Pengelolaan Batu Bara Hambat Pemanfaatan Energi Terbarukan di ChinaDalam konteks meningkatnya perhatian global terhadap energi terbarukan, masalah pengelolaan batu bara di China menjadi semakin relevan. Sebagai negara dengan konsumsi energi terbesar kedua di dunia, tantangan yang dihadapi China dalam mengelola sumber energi ini dapat memiliki dampak besar pada keberlanjutan dan ketahanan energi global.China memiliki salah satu sistem kelistrikan yang paling kompleks dan padat, yang mengalami kesulitan dalam mengimbangi permintaan energi yang terus meningkat. Dalam analisis oleh Centre for Research on Energy and Clean Air (CREA), terungkap bahwa pada kuartal pertama tahun ini, China secara signifikan membuang potensi energi terbarukan dari angin dan solar akibat pengelolaan yang tidak fleksibel terhadap pembangkit listrik berbahan bakar batu bara. Energi terbuang sebanyak 10% dari total spart energi terbarukan yang dihasilkan, yang jika tidak terbuang, cukup untuk memenuhi kebutuhan listrik setara dengan seluruh negara Prancis.Pengelolaan energi yang kaku ini menciptakan hambatan untuk pemanfaatan energi terbarukan secara optimal. Ketika China terus berpegang pada pembangkit batu bara sebagai sumber utama, ini tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga pada kelangsungan penggunaan sumber daya energi yang lebih bersih dan berkelanjutan. Pengendalian yang ketat atas pembangkit batu bara membuat sistem kelistrikan tidak dapat beradaptasi cepat dengan fluktuasi pasokan energi dari sumber terbarukan. Akibatnya, saat pembangkit solar dan angin dioperasikan, seringkali listrik yang dihasilkan tidak dapat digunakan secara maksimal karena pembangkit batu bara tetap aktif dan tidak bisa dihentikan seketika.Lebih mendalam, pembangkit batu bara beroperasi berdasarkan model pengelolaan yang statis. Dalam proses pembangkit listrik ini, batu bara dibakar untuk menghasilkan panas, yang kemudian digunakan untuk menguapkan air menjadi uap yang memutar turbin dan menghasilkan listrik. Sementara itu, sumber energi seperti matahari dan angin memproduksi energi secara variabel, bergantung pada cuaca dan waktu. Ketika permintaan energi meningkat, pengelolaan yang kaku dari pembangkit batu bara membawa China kembali menggunakan bahan bakar fosil, mengabaikan potensi energi terbarukan yang lebih bersih.Apa artinya bagi masa depan? Jika China tidak dapat beradaptasi dengan pengelolaan energi yang lebih fleksibel dan maju, dampak jangka panjang terhadap energi terbarukan akan sangat signifikan. China tergolong sebagai pemimpin dunia dalam pengembangan energi terbarukan, namun terus-menerus membuang energi bersih hanya akan mengarah pada keterlambatan dalam transisi menuju masa depan yang lebih berkelanjutan. Kebijakan energi yang dinamis dan pemanfaatan penuh dari sumber energi terbarukan sangat penting untuk mencapai pembangunan ekonomi yang ramah lingkungan dan menjawab tantangan perubahan iklim.Artikel ini disintesis dari 6 sumber.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.