Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Potensi Energi Terbarukan Tibet Besar, Tapi Perlu Perhatian Ekologi Ketat

Sains
Iklim dan Lingkungan
climate-and-environment (2mo ago) climate-and-environment (2mo ago)
04 Feb 2026
74 dibaca
2 menit
Potensi Energi Terbarukan Tibet Besar, Tapi Perlu Perhatian Ekologi Ketat

Rangkuman 15 Detik

Dataran Qinghai-Tibet memiliki potensi besar untuk energi terbarukan, tetapi pengembangannya harus dilakukan dengan hati-hati.
Tiongkok menghadapi tantangan dalam mentransmisikan energi terbarukan dari wilayah barat ke daerah perkotaan yang membutuhkan.
Meskipun mencapai tonggak penting dalam transisi energi hijau, Tiongkok masih memiliki banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk mencapai target emisi karbon.
Qinghai-Tibet Plateau di Cina memiliki potensi energi terbarukan yang sangat besar, termasuk tenaga air, angin, dan surya. Data dari survei pemerintah menunjukkan bahwa potensi tenaga air di Tibet setara dengan 178 gigawatt, tenaga angin lebih dari 100 gigawatt, dan tenaga surya mencapai 10.000 gigawatt, cukup besar untuk memenuhi kebutuhan energi seluruh Cina. Namun, kondisi geografis yang keras dan ekologi yang sangat sensitif membuat pengembangan sumber energi terbarukan di wilayah ini harus dilakukan dengan sangat hati-hati. Lingkungan yang rapuh berisiko terganggu oleh pembangunan masif, sehingga perlu perencanaan yang matang agar energi bersih bisa diproduksi tanpa mengorbankan alam sekitar. Saat ini, meski Cina telah mencapai terobosan dalam kapasitas tenaga surya yang terpasang lebih dari 1.000 gigawatt, masih ada tantangan dalam distribusi dan penyimpanan energi. Kebanyakan energi terbarukan terpusat di wilayah barat yang kaya sumber daya, sehingga diperlukan perluasan jaringan transmisi dan teknologi penyimpanan untuk mengiriman ke pusat kota yang membutuhkan. Penelitian yang dilakukan oleh China Society for Hydropower Engineering dan Power Construction Corporation of China menegaskan bahwa potensi energi terbarukan di Tibet sangat besar secara teknis, tapi realisasi praktisnya harus memperhitungkan batasan-batasan teknis, geografis, dan lingkungan untuk menjaga keberlanjutan. China sedang berupaya keras untuk mencapai target puncak emisi karbon pada 2030 dan netralitas karbon pada 2060. Potensi besar di Tibet dapat membantu memenuhi tujuan ini asalkan pembangunan infrastruktur dan perlindungan lingkungan berjalan seiring.

Analisis Ahli

Li Jun (Ahli Energi Terbarukan China)
Pengembangan energi terbarukan di Tibet harus seimbang antara eksploitasi sumber daya dan pelestarian lingkungan, karena kerusakan ekosistem akan merusak keberlanjutan jangka panjang.
Wang Xian (Profesor Teknik Energi, Tsinghua University)
Infrastruktur transmisi yang memadai adalah kunci agar potensi energi besar di wilayah Barat dapat benar-benar mengakselerasi transisi energi nasional.