
Courtesy of SCMP
Dampak Keputusan Beijing Henti Biayai Pembangkit Batu Bara: Pemadaman Listrik Terbesar?
Menjelaskan dampak dari keputusan Beijing menghentikan pembiayaan pembangkit listrik batu bara di luar negeri dan bagaimana hal tersebut berkontribusi pada pemadaman listrik besar yang sebenarnya bisa dihindari di berbagai negara dengan jaringan listrik berbasis energi terbarukan.
21 Jan 2026, 05.00 WIB
222 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
- Keputusan China untuk menghentikan pembiayaan pembangkit listrik tenaga batu bara di luar negeri diimbangi dengan penguatan penggunaan batu bara di dalam negeri.
- Strategi ganda China menyoroti perbedaan antara komitmen internasional dan praktik domestik.
- Negara-negara yang mengandalkan energi terbarukan sekarang menghadapi tantangan besar dalam menjaga kestabilan pasokan listrik.
Beijing, China - Pada tahun 2021, pemerintah Beijing membuat komitmen penting untuk menghentikan pembiayaan pembangkit listrik batu bara di luar negeri. Keputusan ini disambut baik oleh pemerintah Amerika dan Eropa yang selama ini mendorong dunia bergerak menuju energi yang lebih ramah lingkungan. John Kerry, utusan iklim AS, bahkan menyebut keputusan ini sebagai kemajuan yang sangat menggembirakan.
Namun, ternyata keputusan tersebut menimbulkan dilema besar bagi negara-negara yang kini menggantungkan pasokan listriknya pada energi terbarukan seperti angin dan matahari. Beberapa negara di Eropa dan Amerika Latin kini mengalami pemadaman listrik besar-besaran yang merugikan masyarakat dan perekonomian mereka.
Fakta menarik adalah bahwa meski China menghentikan ekspor teknologi pembangkit batu bara, di dalam negerinya sendiri mereka justru terus mengembangkan pembangkit batu bara canggih yang berfungsi sebagai penyeimbang dan penstabil jaringan listrik mereka. Ini membuat China memiliki sistem energi yang lebih stabil dibandingkan negara lain yang mengandalkan sumber energi terbarukan semata.
Dengan begitu, teknologi penyeimbang yang dibatasi untuk ekspor ternyata sangat dibutuhkan untuk menjaga kestabilan listrik di banyak negara. Ironisnya, langkah keberhasilan iklim ini pun bisa berdampak buruk karena negara-negara yang ingin hijau harus menghadapi risiko pemadaman yang bisa saja dihindari bila teknologi stabilisasi tersedia.
Kedepannya, penting bagi negara-negara untuk lebih memperhatikan teknologi pendukung energi terbarukan agar tidak mengalami kegagalan pasokan listrik yang besar. Selain itu, kerja sama internasional seputar teknologi stabilisasi energi perlu diperkuat agar transisi ke energi hijau bisa berjalan lancar tanpa mengorbankan stabilitas jaringan listrik.
Referensi:
[1] https://www.scmp.com/news/china/science/article/3339280/chinas-coal-fired-export-ban-was-cheered-west-then-came-massive-blackouts?module=top_story&pgtype=subsection
[1] https://www.scmp.com/news/china/science/article/3339280/chinas-coal-fired-export-ban-was-cheered-west-then-came-massive-blackouts?module=top_story&pgtype=subsection
Analisis Ahli
John Kerry
"Langkah China berhenti mendanai pembangkit batu bara sangat penting untuk kemajuan iklim global, namun perlu ada solusi teknologi untuk stabilitas energi."
Alok Sharma
"Tekanan internasional berhasil membuat China mengubah kebijakan ekspor batu bara, tapi harus diimbangi dengan dukungan teknologi bagi negara yang beralih ke energi hijau."
Analisis Kami
"Keputusan Beijing untuk menghentikan ekspor pembangkit batu bara mencerminkan strategi geopolitik yang cermat namun dengan konsekuensi negatif tidak terduga bagi negara-negara pengguna energi terbarukan. Negara-negara ini kini harus menghadapi kenyataan bahwa tanpa teknologi stabilisasi yang tepat, transisi ke energi hijau bisa menyebabkan kerentanan besar pada pasokan listrik mereka."
Prediksi Kami
Di masa depan, akan semakin banyak negara menghadapi tantangan kestabilan jaringan listrik yang signifikan jika mereka tidak berinvestasi dalam teknologi penyangga yang lebih canggih, seperti yang dikembangkan China, dan mengandalkan energi terbarukan tanpa dukungan penyeimbang yang tepat.
Pertanyaan Terkait
Q
Apa yang dijanjikan Beijing terkait pembangkit listrik tenaga batu bara?A
Beijing berjanji untuk menghentikan pembangunan dan pembiayaan pembangkit listrik tenaga batu bara baru di luar negeri.Q
Mengapa negara-negara Barat merasa senang dengan keputusan China?A
Negara-negara Barat merasa senang karena menganggap keputusan tersebut sebagai kemajuan dalam upaya mengurangi ketergantungan pada energi fosil.Q
Apa dampak dari keputusan China terhadap negara-negara lain?A
Negara-negara lain mengalami pemadaman listrik besar-besaran meskipun sebelumnya berharap untuk mendapatkan teknologi dari China.Q
Apa strategi ganda yang diterapkan China terkait energi?A
China mengembangkan teknologi pembangkit listrik yang efisien untuk mendukung pertumbuhan energi terbarukan sambil tetap menggunakan batu bara di dalam negeri.Q
Bagaimana situasi kelistrikan di Eropa dan Amerika Latin saat ini?A
Eropa dan Amerika Latin menghadapi masalah kelistrikan yang disebabkan oleh ketergantungan pada sumber energi terbarukan yang tidak stabil.


