TLDR
Keputusan China untuk menghentikan pembiayaan pembangkit listrik tenaga batu bara di luar negeri diimbangi dengan penguatan penggunaan batu bara di dalam negeri. Strategi ganda China menyoroti perbedaan antara komitmen internasional dan praktik domestik. Negara-negara yang mengandalkan energi terbarukan sekarang menghadapi tantangan besar dalam menjaga kestabilan pasokan listrik. Pada tahun 2021, pemerintah Beijing membuat komitmen penting untuk menghentikan pembiayaan pembangkit listrik batu bara di luar negeri. Keputusan ini disambut baik oleh pemerintah Amerika dan Eropa yang selama ini mendorong dunia bergerak menuju energi yang lebih ramah lingkungan. John Kerry, utusan iklim AS, bahkan menyebut keputusan ini sebagai kemajuan yang sangat menggembirakan.Namun, ternyata keputusan tersebut menimbulkan dilema besar bagi negara-negara yang kini menggantungkan pasokan listriknya pada energi terbarukan seperti angin dan matahari. Beberapa negara di Eropa dan Amerika Latin kini mengalami pemadaman listrik besar-besaran yang merugikan masyarakat dan perekonomian mereka.Fakta menarik adalah bahwa meski China menghentikan ekspor teknologi pembangkit batu bara, di dalam negerinya sendiri mereka justru terus mengembangkan pembangkit batu bara canggih yang berfungsi sebagai penyeimbang dan penstabil jaringan listrik mereka. Ini membuat China memiliki sistem energi yang lebih stabil dibandingkan negara lain yang mengandalkan sumber energi terbarukan semata.Dengan begitu, teknologi penyeimbang yang dibatasi untuk ekspor ternyata sangat dibutuhkan untuk menjaga kestabilan listrik di banyak negara. Ironisnya, langkah keberhasilan iklim ini pun bisa berdampak buruk karena negara-negara yang ingin hijau harus menghadapi risiko pemadaman yang bisa saja dihindari bila teknologi stabilisasi tersedia.Kedepannya, penting bagi negara-negara untuk lebih memperhatikan teknologi pendukung energi terbarukan agar tidak mengalami kegagalan pasokan listrik yang besar. Selain itu, kerja sama internasional seputar teknologi stabilisasi energi perlu diperkuat agar transisi ke energi hijau bisa berjalan lancar tanpa mengorbankan stabilitas jaringan listrik.