AS Mulai Uji Coba Penambangan Mineral Bawah Laut Untuk Produksi Baterai
Pomodo.id - Minggu ini, National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) Amerika Serikat melakukan langkah penting yang belum pernah terjadi dalam lebih dari tiga dekade: merilis permohonan resmi dari sebuah perusahaan AS untuk menambang dasar laut Pasifik guna mendapatkan logam baterai. Pada 19 Agustus, NOAA memposting aplikasi terintegrasi dari The Metals Company untuk lisensi eksplorasi dan izin pemulihan komersial yang mencakup sekitar 65,000 kilometer persegi dasar laut, dengan perkiraan 619 juta ton nodule mineral berukuran kentang yang tersebar di dasar Laut Pasifik. Dua hari sebelumnya, NOAA membuka peninjauan lingkungan formal untuk wilayah yang lebih besar, seluas 122,000 kilometer persegi, yang diharapkan memiliki sekitar 1,02 miliar ton. Jika digabungkan, totalnya mencapai sekitar 1,6 miliar ton batuan yang mengandung nikel, kobalt, mangan, dan tembaga. Langkah ini didasarkan pada undang-undang AS tahun 1980 yang hampir tidak diakui oleh negara lain sebagai otoritas sah atas perairan internasional.