
Menurut laporan terbaru oleh PBB yang berjudul World Urbanization Prospects 2025, Jakarta telah menggeser Tokyo sebagai kota dengan populasi terbanyak di dunia. Perubahan ini disebabkan oleh pendekatan baru PBB dalam mendefinisikan wilayah perkotaan, yang memperhitungkan kawasan penyangga Jakarta seperti Depok, Bekasi, dan Tangerang.
Metodologi baru ini berbeda dengan cara lama yang hanya berdasarkan batas administratif kota, sehingga menyebabkan populasi Jakarta meningkat drastis menjadi 42 juta jiwa. Sementara itu, populasi Tokyo berada di angka 33 juta jiwa karena hanya menghitung wilayah inti dan tidak seluruh prefektur penyangga seperti Kanagawa, Saitama, dan Chiba.
Selain perubahan metode, Tokyo juga mengalami penurunan populasi akibat faktor demografis seperti penuaan penduduk, rendahnya angka kelahiran, dan sedikitnya imigran. Jepang secara umum telah mengalami penurunan populasi selama 16 tahun berturut-turut, yang berdampak pada menurunnya jumlah penduduk di kota-kota besar termasuk Tokyo.
Di sisi lain, kota-kota lain, terutama di Asia seperti Dhaka dan Shanghai, menunjukkan pertumbuhan penduduk yang sangat cepat. Dhaka kini berada di posisi kedua dan diprediksi akan melampaui Jakarta pada tahun 2050 sebagai kota dengan populasi terpadat di dunia.
Laporan PBB juga memperkirakan bahwa pada tahun 2050, populasi Tokyo akan turun menjadi sekitar 30,7 juta dan posisinya turun ke peringkat ketujuh dunia. Hal ini menandai perubahan besar dalam dinamika urbanisasi dan pertumbuhan penduduk di kota-kota megapolitan dunia.